Analisis Model Tarikan Tranportasi Pada Zona Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya

Rizki Ramadhan, Fasdarsyah Fasdarsyah, Muthmainnah Muthmainnah

Sari


ABSTRAK

Pemodelan transportasi berperan penting dalam perencanaan sistem pergerakan yang efisien dan berkelanjutan. Zona perkantoran pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya merupakan pusat aktivitas yang menimbulkan tarikan pergerakan kendaraan cukup tinggi, namun belum didukung oleh kajian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa faktor yang memengaruhi tarikan pergerakan kendaraan serta menganalisis model tarikan perjalanan pada zona perkantoran Kabupaten Pidie Jaya. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah volume kendaraan yang masuk setiap 15 menit selama jam operasional (07.00–12.00 WIB), sedangkan variabel bebas berdasarkan penggunaan lahan adalah jumlah pegawai(X1), jumlah pengunjung(X2), luas lahan(X3), luas bangunan(X4), luas lantai(X5), dan luas parkir(X6). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi linier dengan bantuan SPSS untuk memperoleh model yang memenuhi kriteria BLUE. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pegawai (X1) merupakan variabel paling dominan dalam memengaruhi tarikan perjalanan. Model terbaik yang diperoleh adalah Y=5.088+0.269X1 dengan nilai koefisien korelasi R²=0.982, yang menunjukkan bahwa 98,2% variasi tarikan perjalanan dapat dijelaskan oleh jumlah pegawai. Faktor fisik lainnya berpengaruh positif, namun relatif lebih kecil.

Kata kunci: pemodelan transportasi, perencanaan transportasi, regresi linier, SPSS, tarikan perjalanan


ABSTRACT

Transportation modeling plays an important role in planning an efficient and sustainable movement system. The Pidie Jaya Regency government office zone is a center of activity that generates quite high vehicle movement attraction, but has not been supported by a comprehensive study. This study aims to determine what factors influence vehicle movement attraction and analyze the trip attraction model in the Pidie Jaya Regency office zone. The dependent variable in this study is the volume of vehicles entering every 15 minutes during operational hours (07.00–12.00 WIB), while the independent variables based on land use are the number of employees (X1), the number of visitors (X2), land area (X3), building area (X4), floor area (X5), and parking area (X6). The analysis was carried out using correlation tests and linear regression with the help of SPSS to obtain a model that meets the BLUE criteria. The results of the analysis show that the number of employees (X1) is the most dominant variable in influencing trip attraction. The best model obtained is Y = 5.088 + 0.269X1 with a correlation coefficient value of R2 = 0.982, which indicates that 98.2% of the variation in trip attraction can be explained by the number of employees. Other physical factors have a positive influence but are relatively smaller.

Keywords: transportation modeling, transportation planning, linear regression, SPSS, travel attraction


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26760/rekaracana.v12i2.150

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



e-ISSN : 2477-2569
dipublikasikan oleh :

Program Studi Teknik Sipil
Institut Teknologi Nasional Bandung
Alamat: Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124
Kontak: Tel. 7272215 (ext. 206) Fax. 7202892


Didukung oleh :

Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi
Teknik Sipil Seluruh Indonesia (BMPTTSSI)


RekaRacana © 2026 by Itenas is licensed under CC BY-SA 4.0