Hubungan Balok-Kolom Kayu Glulam dengan Pelat Baja dan Pengencang Baut

Nessa Valiantine Diredja, Johannes Adhijoso Tjondro

Sari


ABSTRAK

Penelitian ini mengevaluasi perilaku hubungan balok–kolom kayu glued laminated timber (glulam) dengan pelat baja dan baut melalui pengujian monotonik. Tiga spesimen (SB1, SB2, SB3) diuji untuk memperoleh respons beban–perpindahan dan momen–rotasi, serta menentukan kapasitas, kekakuan rotasi awal, faktor bilinier, dan daktilitas sambungan. Kapasitas puncak berada pada rentang 3,826–3,906 kN dengan rata-rata 3,857 kN. Momen ultimit berada pada rentang 2,296–2,344 kNm dengan rata-rata 2,315 kNm, kekakuan rotasi awal ( ) rata-rata 35,761 kNm/rad, faktor bilinier pada rentang 0,72–0,77 dengan rata-rata 0,74, dan daktilitas rotasi ( ) pada rentang 1,81–2,44 dengan rata-rata 2,19. Kurva momen–rotasi menunjukkan respons yang relatif stabil dengan penurunan kapasitas bertahap setelah puncak. Secara keseluruhan, hubungan balok–kolom glulam dengan pelat baja dan baut menunjukkan kapasitas yang konsisten serta deformabilitas pasca-leleh yang memadai pada pembebanan monotonik.

Kata kunci: Glulam, hubungan balok-kolom, baut, pelat baja, momen-rotasi, daktilitas

 

ABSTRACT

This study evaluates the behavior of glued-laminated timber (Glulam) beam–column connections with steel plates and bolts under monotonic loading. Three specimens (SB1, SB2, SB3) were tested to obtain load–displacement and moment–rotation responses, and to determine connection capacity, initial rotational stiffness, bilinear factor, and ductility. Peak load ranged from 3,826 to 3,906 kN, with an average of 3,857 kN. Ultimate moment ranged from 2,296 to 2,344 kNm with an average of 2,315 kNm, initial rotational stiffness ( ) averaged 35,761 kNm/rad, the bilinear factor ranged from 0,72 to 0,77 with an average of 0,74, and rotational ductility ( ) ranged from 1,81 to 2,44 with an average of 2,19. Moment–rotation curves showed a relatively stable response with gradual post-peak capacity degradation. Overall, the Glulam beam–column connection with steel plates and bolts demonstrated consistent capacity and adequate post-yield deformability under monotonic loading.

Keywords: LVLGlulam, beam–column connection, bolts, steel plate, monotonic test, moment–rotation


Kata Kunci


LVLGlulam; beam–column connection; bolts; steel plate; monotonic test; moment–rotation

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26760/rekaracana.v12i1.65

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



e-ISSN : 2477-2569
dipublikasikan oleh :

Program Studi Teknik Sipil
Institut Teknologi Nasional Bandung
Alamat: Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124
Kontak: Tel. 7272215 (ext. 206) Fax. 7202892


Didukung oleh :

Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi
Teknik Sipil Seluruh Indonesia (BMPTTSSI)


RekaRacana © 2025 by Itenas is licensed under CC BY-SA 4.0