EVALUASI STATUS MUTU AIR SUNGAI GIRIAN (BITUNG, SULAWESI UTARA) MENGGUNAKAN INTEGRASI INDEKS PENCEMARAN DAN STORET
Sari
Evaluasi kualitas air dan sedimen Sungai Girian di Kota Bitung penting dilakukan karena tekanan antropogenik dari industrialisasi, permukiman, dan aktivitas pelabuhan berpotensi menurunkan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi logam berat Hg, Pb, Cd, Cu, dan Ni serta menilai status mutu air dengan Indeks Pencemaran dan kondisi sedimen dengan metode STORET. Studi observasional dilakukan pada tiga stasiun air, yaitu hulu, tengah, dan muara, serta satu stasiun sedimen di muara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh logam terlarut pada kolom air masih berada di bawah baku mutu Kelas II. Walaupun terdeteksi peningkatan sesaat beban organik pada beberapa lokasi, nilai Indeks Pencemaran tetap berada pada kategori memenuhi baku mutu, dengan rerata 0,833 di 1GB, 0,739 di 2PK, dan 0,800 di 3MA. Sebaliknya, sedimen muara menunjukkan lonjakan Hg pada satu periode, meskipun skor STORET secara umum masih menunjukkan kondisi baik hingga sangat baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan air dan sedimen secara terpadu untuk mendukung pengelolaan Sungai Girian yang berkelanjutan.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
ANZG (Australian and New Zealand Governments). (2024). Toxicant Default Guideline Values for Sediment Quality. waterquality.gov.au.
Arfadillah, M., Hamdani, A., dan Dewi, S. (2024). Analisis Kandungan Logam Berat (Pb dan Cu) pada Sedimen di Daerah Estuari Desa Muara Kintap Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. MCSIJ – Jurnal Kelautan, 7(2): 1–10.
Budiastuti, R., Herumurti, I., dan Agustyawati, D. (2016). Analisis Pencemaran Logam Berat Timbal di Badan Sungai Babon Kecamatan Genuk Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(5): 119–125.
Byrnes, T. A., Henderson, C. J., Saintilan, N., dan Gillanders, B. M. (2020). Boating- and Shipping-Related Environmental Impacts and Management in Coastal Areas. Journal of Marine Science and Engineering 8(11): 908.
Chen, C., Wang, Z., Wu, Q., dan Hu, Q. (2020). Dredging Method Effects on Sediment Resuspension and Nutrient Release. Chemosphere 252: 126594.
Clarke, D. G. 2003. Sediment Resuspension by Dredges: Defining the Issues. Coastal Processes Technical Report.
Fadlillah, L.N., Indrastuti, A.N., Azahra, A.F., dan Widyastuti, A. (2022). Evaluasi Level Toksik Logam Berat pada Air, Sedimen Tersuspensi, dan Sedimen Dasar di Sungai Winongo, D.I. Yogyakarta. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(1): 30–36.
Fang, T.-H., dan Lien, C.-Y. (2021). Different Mercury Species Partitioning and Distribution in a Eutrophic Estuary. Water 13(18): 2471.
Guarnieri, A., Benetazzo, A., Carniel, S., Roland, A., dan Valentini, A. (2021). Effects of Marine Traffic on Sediment Erosion and Accumulation in a Coastal Lagoon. Ocean Science 17: 411–427.
Hadi, I., Suhendrayatna, dan Muchlisin, Z. A. (2018). Status mutu air dan kandungan logam berat pada air dan sedimen di muara Krueng Aceh, Kota Banda Aceh. Depik: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan 7(2): 91–99.
Harahap, M. K. A., Rudiyanti, S., dan Widyorini, N. (2020). Analisis kualitas perairan berdasarkan konsentrasi logam berat dan Indeks Pencemaran di Sungai Banjir Kanal Timur Semarang. Jurnal Pasir Laut 4(2): 108–115.
Kambey, J. L., Farrell, A. P., dan Bendell-Young, L. I. (2001). Influence of Illegal Gold Mining on Mercury Levels in Fish. Environmental Pollution 114(3): 299–302.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup. (2003). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Jakarta.
Lasut, M. T., Yasuda, Y., Edinger, E. N., dan Pangemanan, J. M. (2010). Distribution and Accumulation of Mercury Derived from Gold Mining in Marine Environment and Its Impact on Residents of Buyat Bay, North Sulawesi. Water, Air, & Soil Pollution 208: 153–164.
Maddusa, S. S., Paputungan, M. G., Syarifuddin, A. R., Maambuat, J., dan Alla, G. (2017). Kandungan logam berat timbal (Pb), merkuri (Hg), zink (Zn) dan arsen (As) pada ikan dan air Sungai Tondano, Sulawesi Utara. Al-Sihah: Public Health Science Journal 9(2): 153–159.
Miranda, L. S., Wijesiri, B., Ayoko, G. A., Egodawatta, P., dan Goonetilleke, A. (2021). Water–Sediment Interactions and Mobility of Heavy Metals in Aquatic Environments. Water Research 202: 117386.
Paramita, R. W., Wardhani, E., dan Pharmawati, K. (2017). Kandungan logam berat kadmium (Cd) dan kromium (Cr) di air permukaan dan sedimen studi kasus Waduk Saguling Jawa Barat. Reka Lingkungan 5(2): 1–12.
Parubak, A.S., Rombe, Y.P., dan Surbakti, P.S. (2023). Identifikasi Logam Berat Pb dan Cd pada Air Sumur di Kampung Bugis Wosi Papua Barat. Chemical Progress, 16(1): 53–59.
Patty, J. O., Siahaan, R., dan Maabuat, P. V. (2018). Kehadiran logam-logam berat (Pb, Cd, Cu, Zn) pada air dan sedimen Sungai Lowatag, Minahasa Tenggara Sulawesi Utara. Jurnal Bios Logos 8(1): 15–20.
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lampiran VI).
Polapa, F. S., Annisa, R. N., Yanuarita, D., dan Ali, S. M. (2022). Quality indeks dan konsentrasi logam berat dalam perairan dan sedimen di perairan Kota Makassar. Jurnal Ilmu Lingkungan 20(2): 271–278.
Romdania, Y., Herison, A., Susilo, G.E., dan Novilyansa, E. (2018). Kajian Penggunaan Metode IP, STORET, dan CCME WQI dalam Menentukan Status Kualitas Air. SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 18(2): 133–141.
Sachoemar, S.I. (2008). Evaluasi Kondisi Lingkungan Perairan Kawasan Pulau Abang, Galang Baru, Batam Berdasarkan Analisa Indeks STORET dan Similaritas Canberra. Jurnal Air Indonesia (JAI), 4(1): 81–87.
Santika, Y. E. (2024). Analisis status mutu air dengan metode Indeks Pencemaran berdasarkan parameter fisika-kimia di Sungai Beji, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Ekosains 16(1): 30–43.
Sari, E. K., dan Wijaya, O. E. (2019). Penentuan status mutu air dengan metode Indeks Pencemaran dan strategi pengendalian pencemaran Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Ilmu Lingkungan 17(3): 486–491.
Schönberg, C. H. L., Fromont, J., Gomez, O., et al. (2021). Supplementary Material—Before–After Sediment-Impact Study by Capital Dredging in a Turbid Port (Kasus Selat Lembeh, Bitung). Ecological Indicators (supplement).
Sidauruk, V., Karang, I.W.G.A., dan Nurweda Putra, I.D.N. (2024). Analisis Status Mutu Air Laut Berdasarkan Metode STORET di Pelabuhan Gilimanuk Bali. Journal of Marine Research and Technology, 7(1): 55–63. DOI:10.24843/JMRT.2024.v07.i01.p09.
Sondak, S. W., Tangkudung, H., dan Hendratta, L. (2019). Analisis debit banjir dan tinggi muka air Sungai Girian Kota Bitung. Jurnal Sipil Statik 7(8): 1049–1058.
Suriadikusumah, A., Utami, T. P., Witriono, N., dan Rizal, A. (2021). Analysis of the water quality at Cipeusing River, Indonesia using the pollution index method. Acta Ecologica Sinica 41: 177–182.
Turner, A., Millward, G. E., dan Le Roux, S. M. (2001). Sediment–Water Partitioning of Inorganic Mercury in Estuaries. Environmental Science & Technology 35(23): 4648–4654.
Zhao, S., Wang, M., Zhang, L., et al. (2024). Effect of pH, Temperature, and Salinity on Heavy Metal Fraction in Lake Sediments. Toxics 12(7): 494.
DOI: https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v14i1.57-70
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

1.png)


