PEMETAAN SPASIAL KERAPATAN VEGETASI DAN SUHU PERMUKAAN DI HUTAN KOTA KAOMBONA, PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH
Sari
Perkembangan penduduk di kawasan perkotaan berpotensi dapat mengurangi fungsi hutan kota, seperti di Hutan Kota Kaombona, Palu. Mengingat bahwa pentingnya Hutan Kota Kaombona sebagai pengendali iklim mikro di kawasan perkotaan, monitoring kerapatan vegetasi serta prediksi suhu permukaan lahan perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji variasi kerapatan vegetasi terhadap suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona. Penelitian ini menggunakan permodelan spasial dengan Google Earth Engine (GEE) dan ArcGIS 10.8. Bahan yang digunakan adalah Citra Sentinel 2A dan Citra Landsat 8 OLI perekaman tahun 2024. Perhitungan kerapatan vegetasi dengan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan prediksi suhu permukaan menggunakan perhitungan Land Surface Temperature (LST). Hasil menunjukkan bahwa Hutan Kota Kaombona memiliki kerapatan vegetasi dan suhu permukaan lahan yang bervariasi. Kerapatan vegetasi didominasi oleh kategori sangat rapat sebesar ±29,59 ha (45%). Distribusi suhu permukaan lahan di Hutan Kota Kaombona sekitar 28 - 44oC. Suhu hangat dan nomal mendominasi Hutan Kota Kaombona sekitar 26-35oC. Kerapatan vegetasi dan suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan yakni sebesar 34,55%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi untuk menemukan rekomendasi solusi pengembangan Hutan Kota Palu yang berkelanjutan.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Terindeks:
</p

1.png)










