Analisis Baseline Change Rate Pada Gunung Guntur Berdasarkan Data Pengamatan GPS Kontinu 2016-2018

Diki Firman Kusnadi, Henri Kuncoro, Sucahyo Adi

Sari


ABSTRAK

Gunung Guntur terletak di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada posisi geografi 7° 8' 52.8" LS dan 107° 50' 34.8" BT. Sejak tahun 1600 Gunung api aktif tipe A ini tercatat sudah 22 kejadian erupsi dan telah mengakibatkan korban jiwa serta menghancurkan permukiman (Hendrasto, 2009). Gunung Guntur telah lama tidak mengalami erupsi, dan erupsi terakhir terjadi pada tahun 1847. Sampai saat ini Gunung Guntur masih mengalami fase istirahat, tercatat sudah 162 tahun Gunung Guntur dalam fase istirahat (dormant). Karakteristik pada Gunung Guntur bertipe stratovolcano yang aliran larvanya lebih dominan dan lebih terlihat jelas visualnya, hal ini bisa memudahkan dalam identifikasi dan pemetaan pada Gunung Guntur. Dengan melakukan pengamatan pada tubuh Gunung Guntur setiap harinya menggunakan metode deformasi. Tujuan pada penelitian ini untuk menentukan Baseline Change Rate dan karakteristik deformasi pada Gunung Guntur tahun 2016-2018 dengan data pengamatan GPS pada stasiun POST, SODN, CTSG, dan MSGT. Titik stasiun POST digunakan sebagai titik referensi lokal dan untuk titik yang selebihnya digunakan sebagai titik pantau. Pada titik pengamatan yang memiliki nilai Rate terbesar berada pada stasiun MSGT-SODN dengan nilai -0.0849 ±0.8672 µstrain/yr. Pada titik pengamatan yang memiliki nilai rate terkecil berada pada stasiun CTSG-MSGT dengan nilai -0.0086 ±0.4022 µstrain/yr. Nilai yang didapatkan setiap titik stasiun pengamatan dalam rentang tahun 2016-2018 pada hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada setiap titik pengamatan memiliki nilai kecil, maka pada Gunung Guntur tidak terjadi adanya deformasi (diam). 

Kata Kunci : Baseline Change Rate, deformasi, Gunung api Guntur

 

ABSTRACT

Guntur Mountain is located in Garut Regency, West Java Province in the geographical position 7 ° 8 '52.8 "latitude and 107 ° 50' 34.8" east longitude. Since 1600 active volcanoes of  this type A has recorded 22 eruption events and has caused casualties and destroyed settlements (Hendrasto, 2009). Guntur Mountain hasn’t been erupted for a long time, and the last eruption occurred in 1847. Until now Guntur Mountain has been experiencing a resting phase, it has been recorded 162 years of Guntur Mountain in a resting phase (dormant). The characteristics of Guntur Mountain type is stratovolcano whose lava flow is more dominant and more clearly visible visually, this can make it easier to identify and mapping of Guntur Mountain. By observing the body of Guntur Mountain every day using the deformation method. The purpose of this study was to determine the Baseline Change Rate and deformation characteristics of the Guntur Mountain in 2016-2018 with GPS observation data at POST, SODN, CTSG, and MSGT stations. POST station points are used as local reference points and for the remaining points used as monitoring points. At the observation point which has the largest rate value is at the MSGT-SODN station with a value of -0.0849 ±0.8671 µstrain/yr. At the observation point which has the smallest rate value is at the CTSG-MSGT station with a value of -0.0086 ± 0.4022 µstrain/yr. The value obtained at each observation station point in the range year from 2016 to 2018 on the results of the study shows that at each observation point has a small value, then the Mount Guntur does not occur deformation (steady).

Keywords : Baseline Change Rate, deformation, Guntur volcano


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26760/jrg.v2020i2.3471

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN: 2714-7401

Terindeks

Hasil gambar untuk google scholar