ANALYSIS OF THE IMPACT OF AT-GRADE RAILWAY CROSSINGS ON THE PERFORMANCE OF THE GEDEBAGE SELATAN–GEDEBAGE UTAMA INTERSECTION IN BANDUNG CITY USING PKJI 2023 AND PTV VISSIM
Sari
ABSTRAK
Perkembangan kawasan Gedebage di Kota Bandung menyebabkan peningkatan volume lalu lintas yang, khususnya pada Simpang Gedebage Selatan–Gedebage Utama. Kondisi ini diperparah oleh keberadaan perlintasan kereta api sebidang yang berjarak 130 meter dari simpang, di mana penutupan palang pintu memicu antrean panjang hingga mencapai 290 meter ke arah Jalan Gedebage Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja eksisting simpang, mengevaluasi dampak perlintasan kereta api sebidang, serta memodelkan kondisi lalu lintas menggunakan pendekatan perhitungan dan simulasi. Hasil analisis PKJI 2023 menunjukkan kapasitas simpang sebesar 1.420,85 smp/jam, derajat kejenuhan 1,298, tundaan 119,332 detik/kendaraan, dan peluang antrean 143,902%. Simulasi PTV Vissim pada kondisi eksisting menghasilkan panjang antrean maksimum simpang 171,92 meter dengan tundaan 38,46 detik dan tingkat pelayanan E. Skenario perbaikan berupa pembangunan flyover menurunkan panjang antrean menjadi 32,79 meter, tundaan 11,51 detik, dan meningkatkan tingkat pelayanan menjadi B.
Kata kunci: Kinerja Lalu Lintas, Simpang Tak Bersinyal, Lintasan Kereta Api, PTV Vissim
ABSTRACT
The development of the Gedebage area in Bandung City has significantly increased traffic volume, particularly at the Gedebage Selatan–Gedebage Utama intersection. This condition is worsened by an at-grade railway crossing located 130 meters from the intersection, where gate closures cause vehicle queues reaching up to 290 meters. This study analyzes the existing intersection performance, evaluates the impact of the railway crossing, and models traffic conditions using analytical and simulation approaches. PKJI 2023 analysis shows an intersection capacity of 1,420.85 pcu/h, a degree of saturation of 1.298, an average delay of 119.332 s/veh, and a queue probability of 143.902%. PTV Vissim simulation indicates that existing conditions result in a maximum queue length of 171.92 meters, a delay of 38.46 seconds, and Level of Service E. A flyover improvement scenario reduces the queue to 32.79 meters, lowers delay to 11.51 seconds, and improves the Level of Service to B.
Keywords: Traffic Performance, Unsignalized Intersection, Railway Crossing, PTV Vissim
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
dipublikasikan oleh :
Program Studi Teknik Sipil
Institut Teknologi Nasional Bandung
Alamat: Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124
Kontak: Tel. 7272215 (ext. 206) Fax. 7202892
Reka Mahadigdaya © 2026 by Itenas is licensed under CC BY-SA 4.0
