PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN TEKNOLOGI ROTARY ALGAE BIOFILM REACTOR (RABR) MENGGUNAKAN SIMBIOSIS ALGA BAKTERI DENGAN VARIASI KECEPATAN PUTARAN DISK

Miftahul Jannah, Shinta Elystia, Aryo Sasmita

Sari


Limbah cair tahu memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, sehingga dapat memicu terjadinya penurunan kualitas perairan. Simbiosis alga bakteri adalah teknologi alternatif yang menjadi solusi dalam pengolahan air limbah. Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR) diidentifikasi sebagai bioreaktor alternatif untuk pengolahan air limbah industri dengan kombinasi sistem suspended growth dan attached growth pada media disk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kecepatan putaran disk dan waktu kontak pada proses RABR untuk penurunan kadar organik BOD dan COD. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan putaran yaitu 3 rpm, 5 rpm, dan 7 rpm serta waktu kontak 0, 1, 3, dan 5 hari untuk menyisihkan parameter BOD dan COD pada limbah cair tahu. Hasil dari penelitian menunjukkan efisiensi tertinggi selama proses pengolahan dalam menyisihkan parameter yaitu pada variasi kecepatan putaran disk 7 rpm di hari ke-5, dengan efisiensi penyisihan BOD 73,42% dengan konsentrasi awal 737,4 menjadi 196 mg/L dan COD 70,64% dengan  konsentrasi awal 981 mg/L menjadi 288 mg/L.


Kata Kunci


Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR), limbah cair tahu, simbiosis alga bakteri, kecepatan putaran disk

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andiese, V.W. (2011). Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga dengan Metode Kolam Oksidasi. Jurnal Infrastruktur. Vol 1 (2) : 103-110

Arifin, F. (2012). Uji Kemampuan Chlorella sp. Sebagai Biormediator Limbah Cair Tahu. Skripsi. UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang, Jawa Timur.

Chaudhary R, Tong YW, & Dikshit AK. (2018). Kinetic Study of Nutrients Removal from Municipal Wastewater by Chlorella Vulgaris in Photobioreactor Supplied with CO2-enriched air. Environmental Technology. 41(5) : 617-626

Elystia, S., Lestari, A.S., & Muria, S.R. (2019). Peningkatan Kandungan Lipid dan Biomassa Mikroalga Scenedesmus sp. dari Media Kultivasi Limbah Cair Tahu Sebagai Bahan Baku Biodiesel. Jurnal Teknik Lingkunga. 5(2) : 19-28

Firdaus, M.S., Suheerman, S.D.M., Ryansyah,M.H.D., & Sari,D.S. (2020). Teknologi dan Metode Pengolahan Limbah Cair Sebagai Pencegahan Pencemaran Lingkungan. Barometer. 5(1): 232-238

Gross, M., Henry, W., Michael, C., & Wen,Z. (2013). Development of a Rotating Algae Biofilm Growth System for Attached Microalgae Growth with in situ biomass harvest. Bioresource Technology. 150: 195-201.

Gunawan, G. (2012). Pengaruh Perbedaan pH pada Pertumbuhan Mikroalga Klas Chlorophyta. Bioscientiae. 9(2): 62.

Haerun, R. (2017). Efisiensi Pengolahan Limbah Cair Inudstri Tahu dengan Penambahan Efektif Mikroorganisme 4 dengan Sistem Up Flow. Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Hendrasarie, N. (2013). Rotating Biological Contactor dengan Bentuk Cakram Bergerigi untuk Penyisihan Kandungan Organik COD pada Limbah Tahu. Jurnal Teknik Sipil KERN. Vol.3 (2) : 117-124

Indah, L.S., Boedi, H., & Prijadi, S.(2014). Kemampuan Eceng Gondok, Kangkung Air, dan Kayu Apu dalam Menurunkan Bahan Organik Limbah Industri Tahu (Skala Laboratorium), Management of Aquatic Resources Journal. 3(1): 1-6

Isnansetyo dan Kurniastuty. (1995). Teknik Kultur Fitoplankton dan Zooplankton. Kansius. Yogyakarta. 116 halaman.

Istirokhatun, T., Aulia, M., & Utomo, S. (2017). Potensi Chlorella sp. untuk Menyisihkan COD dan Nitrat dalam Limbah Cair Tahu. Jurnal Presipitasi:Media Komonukasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan. 14(2): 88

Kartikasari., Bayu, I., Budiantoro, W., & Cendani, A.I. (2020). Efektifitas COD dan BOD pada Pengolahan Mikroalga dengan Penambahan CO2 ¬pada Limbah Domestik. Seminar Nasional Teknologi Industri Hijau. 3 Oktober 2019: 16-69

Kawaroe. (2010). Mikroalga Potensi dan Pemanfaatannya untuk Produksi Bio Bahan Bakar. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2014). Permen LHK No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Jakarta.

Kiran, M., Pakshirajan, K., & Das, G. (2017). A New Application of Anaerobic Rotating Biological Contactor Reactor for Heavy Metal Removal Under Sulfate Reducing Condition. Chemical Engineering Journal. 321: 67-75.

Kurnia, I. (2016). Optimasi Pertumbuhan dan Hidrolisis Lignoselulosa dari Mikroalga Chlorella Vulgaris untuk Meningkatkan Kadar Glukosa Sebagai Bahan Baku Bioetanol. Skripsi. Universitas Andalas. Padang.

Laili, F.R., Susanawati, L.D., & Suharto, B. (2014). Efektivitas Rotating Biological Contactor Disc Datar dan Baling-Baling dengan Variasi Kecepatan Putaran pada Pengolahan Limbah Cair Tahu. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Universitas Brawijaya. Malang.

Liu, K., Li, J., Qiao, H., Lin, A., & Wang, G. (2012). Immobilization Chlorella sorokiana GXNN 01 in Alginate for Removal of N dan P from Synthetic Wastewater. Bioresource Technology Journal. 114:26-32

Mardhatillah, A. (2021). Pengaruh Kedalam Terendam Disk pada Proses Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR) Menggunakan Mikroalga Chlorella sp. untuk Penyisihan COD, NH3, dan TSS Limbah Cair Domestik. Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Riau.

Nurahmadhani, M., Shinta, E., & Sri, R,M. (2020). Pengaruh Kecepatan Putaran pada Proses RABR untuk Penyisihan COD Menggunakan Mikroalga Chlorella sp. pada Limbah Cair Domestik. JOM FTeknik. Vol 7 : 1-9.

Orandi, S., Lewis, D.M., & Moheimani, N.R. (2012). Biofilm Establishment and Heavy Metal Removal Capacity of an Indigenous Mining Algal-Microbial Consortium in a Photo-Rotating Biological Contactor. Journal of Industrial Microbiology and Biotechnology. 39(9): 1321-1331.

Pradana, T.D., Suharno., & Apriansyah. (2018). Pengolahan Limbah Cair Tahu untuk Menurunkan Kadar TSS dan BOD. Jurnal Vokasi Kesehatan. Vol 4 (2) : 56-62.

Putri, L.K. (2018). Evaluasi Kinerja Sistem RBC di IPAL Lambung Mangkurat, Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Efisiensi Penurunan Kadar BOD. Jurnal Purifikasi. 18(2): 69-76.

Rahmawati, U., dan Hendrasarie, N. (2019). Optimasi Bentuk Permukaan Disk Untuk Meningkatkan Transfer Oksigen Fisik di Rotating Biological Contactor. Jurnal Envirotek. Vol 9: (1).

Simatupang, D., Restuhado, F., & Dahril, T. (2017). Pemanfaatan Simbiosis Mikroalga Chlorella sp. dan EM4 untuk Menurunkan Kadar Polutan Limbah Cair Sagu. Jom Faperta. Vol. 4 : No.1

Susilo, F., Bambang, S., & Liliya, D.S. (2016). Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Waizh, N.T. (2018). Pengaruh Densitas Alga dan Kedalaman Reaktor Terhadap Penurunan BOD dan COD Limbah Cair Domestik the Effect of Algae Density and Depth of Reactor on the Removal of BOD dan COD from Domestic Wastewater. 2018:48.

Wang, J., Linlan, Z., Xue, Q.X., Victor, M., Xiao, W., & Hong, Y.H. (2018). Microalgal Attachment and Attached Systems for Biomass Production and Wastewater Treatment. Renewable and Sustainable Energy. Vol 92: 331-342.

Widayat & Hadiyanto. (2015). Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu untuk Produksi Biomassa Mikroalga Nannochloropsis sp. Sebagai Bahan Baku Biodiesel. Jurnal Reaktor. Vol 15 : 253 – 260.

Yasin, U.A., Jemal, T.H. & Bilatu A.G. (2019). Physicochemical and Sensory Properties of Tofu Prepared From Eight Popular Soybean. Scientific African. Vol 6 : e00179.

Zheng, S., Chen, S., Zou, S., Yan, Y., Gaos, G., He, M., Wang, C., Chen, H., & Wang, Q. (2021). Bioremediation of Pyropia-processing Wastewater Coupled with Lipid Production Using Chlorella sp. Bioresource Technology. 321.




DOI: https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v11i1.59-70

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Terindeks:

 

Statistik Pengunjung