Pengolahan Air Limbah Industri Tahu menggunakan Sistem DoubleChamber Microbial Fuel Cell

khanigia vanessa

Sari


Abstrak

Air limbahindustritahumemilikikandungansenyawaorganik yang tinggi.Tanpa proses penanganan yang baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menurunkan kandungan organik yang terdapat pada air limbah tahu dengan menggunakan sistem Double Chamber Microbial Fuel Cell (DCMFC).DCMFC adalah suatu metode pengolahan limbah dengan memanfaatkan aktifitas mikroba untuk mengkonversi bahan organik   sekaligus memproduksi listrik.Sistem ini menggunakan endogenus dalam air limbah tahu.Percobaan dilakukan selama 48 jam dengan pengukuran terhadap V, I dan pH setiap 4 jam sekali, Biological Oxygen Demand (BOD5) dan Chemical Oxygen Demand (COD) pada awal dan akhir pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses DCMFC yang berlangsung selama 48 jam memiliki efisiensi penyisihanBiochemical Oxygen Demand (BOD5) sebesar 28,9% danChemical Oxygen Demand (COD) sebesar28% dan juga menghasilkan potensial listrik sebesar  0,620 V dan kuat arus sebesar 0,08 A.

Kata kunci: air  limbahtahu, Double Chamber Microbial Fuel Cell,, Biochemical Oxygen Demand,Chemical Oxygen Demand.


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v2i1.%25p

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Terindeks:

  

Statistik Pengunjung