Evaluasi Perencanaan Sistem Penyaluran Drainase di Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda Kota Tangerang

MIRZA KHOERUN FURQON MULYA, EKA WARDHANI, AGUNG GHANI KRAMAWIJAYA

Sari


Abstrak

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang nomor 6 Tahun 2012 Tentang RTRW, Kelurahan Jurumudi termasuk dalam kawasan rawan banjir. Terdapat dua titik banjir yaitu Jalan Permata Bandara dan Jalan Pergudangan. Evaluasi dilakukan dengan membandingan dimensi saluran eksisting dan rencana. Tahapan perencanaan meliputi analisis CHHM dengan Metode Gumbel, Log Pearson III, dan Iwai Kedoya. Analisis intensitas hujan dilakukan dengan Metode Van Breen, Bell-Tanimoto, dan Hasper der Weduwen melalui pendekatan matematis persamaan Talbot, Sherman, dan Ishiguro. Perhitungan debit rencana dilakukan dengan metode rasional. Perhitungan dimensi saluran dilakukan berdasarkan persamaan Manning. Hasil dari perencanaan dimensi rencana yaitu 50x30 cm – 240x80 cm. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa saluran pada Jalan Permata Bandara dan Jalan Pergudangan tidak memadai karena saluran drainase eksiting kurang dari rencana.

Kata kunci: Banjir, Dimensi Saluran, Kelurahan Jurumudi


Abstract

According to Tangerang City Regional Regulation number 6 of 2012 about Regional Spatial Planning, Kelurahan Jurumudi is categorized as flood-prone areas. There are two flooding points which are Permata Bandara Street and Pergudangan Street. Evaluation is done by comparing the existing dimensions and dimensions of planning results. The steps include Flood Frequency Analysis with Gumbel, Log Pearson III, and Iwai Kedoya methods. Rain intensity analysis is carried out by the Van Breen, Bell-Tanimoto, and Hasper der Weduwen methods through a mathematical approach of Talbot, Sherman, and Ishiguro equations. Flowrate calculation plan is done with rational method. Calculation of channel dimensions is done based on the Manning equation. The planning result shows 50x30 cm – 240x80 cm of dimensions. The evaluation result shows that the channels on Permata Bandara Street and Pergudangan Street are inadequate because the existing drainage channels are less than what has been planned.

Kata kunci: Flood, Channels Dimension, Kelurahan Jurumudi




Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pondok Betung. (2018). Tangerang

Chow, V.T dan Nensi Rosalina E.V. (1997). Hidrolika Saluran Terbuka. Jakarta: Erlangga

Dinas Pekerjaan Umum dan Perencanaan Ruang Kota. (2016). Tangerang

Harjosuprapto, Moh Masduki. (1998). Drainase Perkotaan : Volume 1. Bandung. ITB

Peraturan Daerah Kota Tangerang nomor 6 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang

Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi Offset




DOI: https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v8i2.90-100

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Terindeks:

  

Statistik Pengunjung