Sari
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran <5 mm yang telah menjadi polutan global di berbagai ekosistem akuatik termasuk perairan Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis polimer mikroplastik yang terdapat di perairan Lombok menggunakan teknologi Fourier Transform Infrared-ATR. Sepuluh sampel mikroplastik (MCP1-MCP10) dikumpulkan dari berbagai lokasi di perairan Lombok pada tahun 2025. Analisis FTIR dilakukan dengan resolusi 4 cm⁻¹ terhadap semua sampel untuk mengidentifikasi gugus fungsi karakteristik dari setiap polimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Lombok terkontaminasi oleh lima jenis polimer utama: Polyethylene (PE) 40%, Polyvinyl Chloride (PVC) 20%, Polypropylene (PP) 10%, Polystyrene (PS) 10%, dan Polyethylene Terephthalate/Polyamide (PET/PA) 20%. PE dan PVC merupakan polimer paling dominan, diindikasikan oleh puncak spektral khas pada bilangan gelombang 540-700 cm⁻¹ dan 2900 cm⁻¹. Potensi sumber kontaminan diduga berasal dari aktivitas pariwisata, perikanan, pemukiman pesisir, dan limbah domestik. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang komposisi polimer mikroplastik di perairan Lombok dan dasar untuk kebijakan pengelolaan limbah plastik yang lebih efektif di wilayah pesisir.
Kata Kunci
Fourier Transform Infrared-ATR, mikroplastik, kontaminan, polimer
Referensi
Andrady, A. L. (2011). Microplastics in the marine environment. Marine Pollution Bulletin, 62(8), 1596-1605.
Avio, C. G., Gorbi, S., & Regoli, F. (2015). Plastics and microplastics in the oceans: environmental and toxicological perspectives. Journal of Environmental Monitoring and Assessment, 188(11), 592.
Claessens, M., De Meester, S., Van Landuyt, L., De Clerck, K., & Janssen, C. R. (2011). Occurrence and distribution of microplastics in sediments of the Belgium beaches. Marine Pollution Bulletin, 62(2), 428-430.
Cole, M., Lindeque, P., Halsband, C., & Galloway, T. S. (2011). Microplastics as contaminants in the marine environment: a review. Marine Pollution Bulletin, 62(12), 2588-2597.