Sari
Makanan sehat harus aman, berkualitas, dan bergizi untuk menjaga kesehatan manusia, sehingga penting bagi keamanan pangan untuk memenuhi standar yang ada. Higiene dan sanitasi makanan terutama cafetaria di lingkungan Perguruan Tinggi sangat penting dalam mengendalikan risiko kontaminasi dari bahan makanan, peralatan, dan orang yang terlibat dalam penyajiannya. Penelitian ini, mengobservasi kondisi eksisting kelayakan higiene dan sanitasi serta memeriksa keberadaan bakteri E. coli dengan menggunakan metode swab untuk peralatan makan, tangan pengelola makanan, dan tangan konsumen, serta metode Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) untuk pemeriksaan sumber air. Sampel yang diambil sebanyak 134 sampel diantaranya 132 sampel untuk metode swab (peralatan makan, tangan pengelola makanan, dan tangan konsumen) dan 2 sampel untuk pemeriksaan sumber air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber air ketiga tenan, yang berasal dari sumur, mengandung Total Coliform 50 CFU/100 ml, melebihi Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 tahun 2023, namun tidak ditemukan E. coli, sehingga air bersih dalam kondisi yang tidak baik. Hasil untuk seluruh peralatan makan (piring dan sendok), tangan pengelola makanan, dan tangan konsumen tidak ditemuinya keberadaan E. coli.. Berdasarkan persentase kelayakan higiene dan sanitasi Cafetaria di lingkungan Perguruan Tinggi dalam praktik higiene dan sanitasi sebesar 76,38%, diantara yang belum memenuhi standar meliputi sumber air, tiga bak pencucian, dan pengelola makanan tidak mencuci tangan setelah memegang benda lain, hal ini, meunjukkan perlu adanya peningkatan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi civitas akademika aman dan risiko kontaminasi dapat diminimalisir.
Kata Kunci
Kontaminasi E. coli; higiene dan sanitasi; keamanan pangan