Studi Identifikasi Karakteristik Anorganik PM10 terhadap Mortalitas dan Morbiditas di Udara Ambien pada Kawasan Pemukiman

TUNING LEINAWATI, JULI SOEMIRAT, MILA DIRGAWATI

Sari


ABSTRAK

PM10 merupakan partikulat dengan ukuran < 10 µm. PM10 sering dikaitkan dengan kenaikan mortalitas dan morbiditas. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Kawasan Pemukiman Kota Bandung diperoleh  Konsentrasi PM10 sebesar 54.41 µg/Nm3. Angka ini jika dibandingkan dengan baku mutu PM10 untuk pengukuran 24 jam dalam PP No.41 Tahun 1999 masih dalam batas yang diperbolehkan (<150 µg/Nm3). Komposisi anorganik PM10 yang diperoleh berdasarkan konsentrasi terbesar hingga terkecil adalah Natrium (Na), Kalsium (Ca), Kalium (K), Timbal (Pb), Magnesium (Mg), Mangan (Mn), Kadmium (Cd), Seng (Zn), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Kromium (Cr), Kobalt (Co), Arsen (As), dan Merkuri (Hg). Unsur anorganik yang berhubungan dengan morbiditas adalah Natrium (Na), Kalium (K), Magnesium (Mg), Mangan (Mn), Seng (Zn), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), Tembaga (Cu), Kobalt (Co), Arsen (As), Sedangkan unsur anorganik yang dapat berpengaruh terhadap mortalitas adalah Timbal (Pb), Arsen (As), Kobalt (Co), Tembaga (Cu), Kalium (K) dan Merkuri (Hg).

 

Kata kunci: Morbiditas, Mortalitas, PM10

 

ABSTRACT

PM10 is particulate matter with a size < 10 μm. PM10 is often associated with increasing mortality and morbidity. Results of research conducted in the area of Bandung settlement obtained PM10 concentrations by 54.41 μg/Nm3. This figure when compared to the quality standard for the measurement of 24-hour PM10 in PP 41 of 1999 is still within the limits allowed (<150 μg/Nm3). Inorganic composition of PM10 concentrations obtained by largest to smallest are Sodium (Na), Calcium (Ca), Potassium (K), Lead (Pb), Magnesium (Mg), Manganese (Mn), Cadmium (Cd), Zinc (Zn), Nickel (Ni), Copper (Cu), Chromium (Cr), Cobalt (Co), Arsenic (As), and Mercury (Hg). Elements of inorganic-related morbidity is Sodium (Na), Kalium (K), Magnesium (Mg), Manganese (Mn), Zinc (Zn), Cadmium (Cd), Chromium (Cr), Copper (Cu), cobalt (Co ), Arsenic (As), while inorganic elements that can affect the mortality is Lead (Pb), Arsenic (As), Cobalt (Co), Copper (Cu), Kalium (K), and Mercury (Hg).

 

Keywords: Morbidity, Mortality, PM10



Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPLH Kota Bandung. Data Kualitas Udara Ambien Tahun (2006).

Environmental Protection Agency. (U.S.) (1996). Air Quality Criteria for Particulate Matter. Research Triangle Park,N.C.: Office of Research and Development, Office of Health and Environmental Assessment. EPA report no.EPA/600/P-95/001aF.

Lenntech. (2012). Elements metals. Diakses pada 20 Juli 2012. http://www.lenntech.com/periodic/elements/index.htm

Mukono HJ. (2003). Pencemaran Udara dan Pengaruhnya terhadap Gangguan Saluran Pernapasan.Airlangga University Press. Surabaya

Peraturan Pemerintah No.14 Tahun (1999) tentang Pengendalian Pencemaran Udara

SNI 19-7119.3-2005 tentang Cara Uji Partikel Tersuspensi Total (Cara Uji Ini Berisi Tentang Pengukuran PM10) Menggunakan Peralatan Hi-Vol Sampler dengan Metode Gravimetri.

The Department of Environment and Conservation (Western Australia). Heavy Metal Perth Metropolitan Area. (2012). diakses 2 Juli (2012).

http://portal.environment.wa.gov.au/portal/page?_pageid=54,3558366&_dad=portal&_schema=PORTAL




DOI: https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v1i1.35-45

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Terindeks:

  

Statistik Pengunjung