Fitoremediasi Phospat dengan menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) pada Limbah Cair Industri kecil Pencucian Pakaian (Laundry)

CUT ANANDA STEFHANY, MUMU SUTISNA, KANCITRA PHARMAWATI

Sari


ABSTRAK

Peningkatan industri pencucian pakaian dapat menimbulkan pencemaran air yang mengakibatkan eutrofikasi, Hal ini disebabkan oleh fosfat yang merupakan bahan penyusun utama dalam deterjen, sehingga perlu dilakukan alternatif pengolahan dan pengaplikasian yang efektif untuk mengolah limbah ini, salah satunya dengan menggunakan fitoremediasi. Fitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk menghilangkan, menstabilkan atau menghancurkan bahan pencemar baik senyawa organik maupun anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tumbuhan Eceng gondok dalam menurunkan fosfat pada limbah pencucian pakaian dengan 3 perlakuan yaitu kontrol, 3 tumbuhan Eceng gondok, dan 3 tumbuhan Eceng gondok bebas bakteri aktif rhizosfer dengan pengamatan waktu kontak 0, 5, 10, 15, dan 20 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi fosfat oleh Eceng gondok yang paling optimum adalah pada perlakuan 2 dan perlakuan 3 pada hari ke-5 dengan konsentrasi fosfat <0.01 mg/L. Sedangkan efisiensi penyerapan dan akumulasi fosfat optimum pada Eceng gondok selama 20 hari didapat pada perlakuan 3 yaitu akumulasi pada akar sebesar 14.90 % dan tangkai daun 20.05 %.

Kata kunci : Eceng gondok , Fitoremediasi, fosfat

ABSTRACT

The laundry industries may effective water pollution resulting in eutrophication. This was caused by phosphate which is the main substance in detergents, it need alternative technology for laundry waste water treatment. Phytoremediation is the use of plant to deprive, stabilize or destroying material contaminant organic compounds and inorganic. The aims of the research was know ability of Eichhornia crassipes  to absorp phosphate, in the methodology were use three treatment first as a control, three Eichhornia crassipes, and three Eichhornia crassipes  free bacteria active rhizosfer with the observation time contact 0, 5, 10, 15, and 20 days. The result showed that the optimum phosphate concentration decreased by Eichhornia crassipes with second treatment and third treatment in a fifth day, with concentration phosphate <0.01 mg/L. The efficiency while absorption and accumulation of phosphate optimum  Eichhornia crassipes for twenty days was in third treatment at accumulated with 14.90 % in roots and 20.05 % in petiole.

Key words : Eichhornia crassipes, Phytoremediation, phosphate


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Gardner, F.P., dkk, (1991), Fisiologi Tanaman Budidaya, edisi 1, UI Press. Jakarta

Gunawan Pasaribu, 2007, Pengolahan Eceng Gondok Sebagai Bahan Baku Kertas Seni. Balai Litbang Kehutanan Sumatera. Gondok Padang

Mehta, Owen. 2012. PengolahanLimbah Cair Industri Pulp dan Kertas Kasar Secara Biologis Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solm). Skripsi, ITENAS. Bandung

Rock, Steven A., (1998), Standard Handbook of Hazardous Waste Treatment and Disposa. second edition, McGraw-Hill, New York

Subroto, M.A. 1996. Fitoremediasi. Dalam: Prosiding Pelatihan dan Lokakarya Peranan Bioremediasi Dalam Pengelolaan Lingkungan, Cibinong, 24-25 Juni 1996.

Surat Keputusan Gubernur. KDH Tingkat I. Jawa Barat No. 6 Tahun (1999). Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri di Jawa Barat




DOI: https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v1i1.13-23

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Terindeks:

  

Statistik Pengunjung