Analisis Multitemporal Perubahan Tutupan Lahan dan Sebaran Genangan Banjir di Kompleks Percandian Batujaya Menggunakan Citra Sentinel
Abstract
ABSTRAK
Kompleks Percandian Batujaya menghadapi tekanan perubahan tutupan lahan dan risiko hidrologi yang berpotensi mengancam kelestarian situs. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika tutupan lahan periode 2017–2025 dan mengidentifikasi genangan banjir di kawasan tersebut. Pengolahan citra multitemporal Sentinel-2 dan Sentinel-1 SAR berbasis Google Earth Engine (GEE) dilakukan menggunakan algoritma Random Forest untuk klasifikasi tutupan lahan serta metode thresholding dan change detection untuk pemetaan genangan. Hasil klasifikasi menunjukkan penurunan luas sawah sebesar 1.065,72 ha (94,80% menjadi 85,30%), sementara lahan terbangun meningkat sebesar 1.079,35 ha (4,27% menjadi 13,44%). Analisis Post-Classification Comparison (PCC) mengonfirmasi konversi sawah menjadi lahan terbangun (562,42 ha) sebagai transisi paling dominan. Analisis SAR mendeteksi genangan banjir sebesar 450,92 ha (±38% dari area kajian utama), yang bertumpu dominan pada lahan sawah (450,21 ha). Candi Jiwa dan Candi Blandongan tidak tergenang secara langsung, tetapi berada dalam kondisi terkepung genangan (flood-encircled). Integrasi penginderaan jauh multispektral dan SAR terbukti efektif mendukung pemantauan lingkungan dan mitigasi risiko bencana di kawasan cagar budaya.
Kata kunci: Kompleks Percandian Batujaya, Tutupan Lahan, Random Forest, Sentinel-1 SAR, Google Earth Engine
ABSTRACT
The Batujaya Temple Complex faces pressure from land cover changes and hydrological risks that potentially threaten site preservation. This study aims to analyze land cover dynamics from 2017 to 2025 and identify flood inundation within the area. Multitemporal Sentinel-2 and Sentinel-1 SAR images were processed on Google Earth Engine (GEE) using the Random Forest algorithm for land cover classification, alongside thresholding and change detection methods for flood mapping. Classification results reveal a decrease in paddy fields by 1,065.72 ha (94.80% to 85.30%), whereas built-up land expanded by 1,079.35 ha (4.27% to 13.44%). Post-Classification Comparison (PCC) confirmed paddy-to-built-up conversion (562.42 ha) as the primary transition. SAR analysis detected 450.92 ha of flood inundation (±38% of the core study area), predominantly occurring on paddy fields (450.21 ha). Although Candi Jiwa and Candi Blandongan were not directly inundated, they were flood-encircled. Integrating multispectral and SAR remote sensing proves effective for environmental monitoring and disaster risk mitigation in cultural heritage sites.
Keywords: Batujaya Temple Complex, Land Cover, Random Forest, Sentinel-1 SAR, Google Earth Engine
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.
Address:
Department of Geodetic Engineering (Group Expertise/KBK Geomodis)
18th Building 1st Floor
Jl. PHH. Mustapa 23 Bandung 40124
Tlp. 022-7272215 Pes. 159, Fax. 022-7202892,
e-mail: geomodis@itenas.ac.id



