Penerapan Langgam Arsitektur Indo-Eropa Pada Fasad Wendy’s Braga di Bandung

Teuku Fathan Alfariza, Juarni Anita, Jabir Murtadho, Eric Prabowo, Fiddy Erlangga

Sari


Bandung direncanakan sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda. Oleh karenanya hingga saat ini masih  terdapat banyak peninggalan Kolonial Belanda, salah satunya terdapat di sepanjang Jalan Braga. Braga merupakan salah satu jalan di kawasan pusat kota yang memiliki nilai historis dan telah ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya. Salah satu bangunan yang memiliki nilai sejarah adalah Wendy’s Braga. Bangunan ini dibangun tahun 1918 sebagai showroom mobil perusahaan Fuchs en Rens, sekarang berubah fungsi menjadi Restoran Wendy’s. Bangunan ini memiliki langgam Indo-Eropa karena menggabungkan langgam arsitektur kolonial modern dengan arsitektur tropis. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi langgam Indo-Eropa pada fasad bangunan Wendy’s. Identifikasi bermanfaat untuk memperkuat eksistensi arsitektural sebagai bagian dari warisan budaya yang dilindungi. Metode studi yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui deskripsi sejarah bangunan Wendy’s dan implementasi unsur cagar budaya. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen Indo-Eropa yang diterapkan berupa desain fasad bangunan simetris, garis-garis horizontal di atas kusen jendela dan pintu, serta atap miring sebagai adaptasi terhadap iklim tropis.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


H.P. Arifin, “Politik Hukum Perlindungan Cagar Budaya di Indonesiaâ€, Jurnal Dialogia Iuridica, Vol.10, No.1, pp 65-76, 2018.

I. Hermawan, “Bencana di Batavia dan Pemindahan Pusat Pemerintahan Pada Masa Kolonial Belandaâ€, Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, Vol.4, No.1, pp 149-157, 2021.

M. F. Suharto, “Karakter Bangunan Kolonial Belanda (Indisch) di Indonesiaâ€, Jurnal Frontiers Vol 2 No 1, April 2019.

A.R, Tribhuana, dan M. S. Roychansyah, "Tipomorfologi Elemen Arsitektur Fasad Jalan Braga, Bandung", Prosiding Temu Ilmiah IPLBI, J20-J27, 2018.

H. Handinoto, dan S. Hartono, "Arsitektur Transisi di Nusantara dari Akhir Abad 19 ke Awal Abad 20 (Studi Kasus Komplek Bangunan Militer di Jawa pada Peralihan Abad 19 ke 20)", Jurnal Dimensi, Vol. 34, No.2 pp 81-92, Desember 2006.

K. Prasuthio, dan J.A.R. Sondakh, â€Arsitektur Transisi Abad 19 sampai Awal Abad ke-20â€, Jurnal Media Matrasain, Vol.8, No.3, pp 95-107, 2011.

Handinoto, “Arsitek G. C. Citroen dan Perkembangan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya (1915-1940)â€, Dimensi 19: pp 1-16, 1993.

D. Saragi, “Pengembangan Tekstil Berbasis Motif dan Nilai Filosofis Ornamen Tradisional Sumatera Utaraâ€, Jurnal Panggung, Vol 28, No.2, pp 161-174, Juni 2018.

A. Sunaryo, Ornamen Nusantara (Kajian Khusus Tentang Ornamen Indonesia). Semarang : Dahara Prize, 2009.

Z. Zulkifli, W.T. Atmojo, G. Kartono, & N. Nurwani, “Revitalisasi Identitas Melayu: Studi Penerapan Ragam Hias Tradisonal Melayu pada Bangunan Modern di Kota Medanâ€, Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS0), 3/ 930, 895-903, 2021.




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v4i3.9975

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN elektronik 2716-4667

Diterbitkan oleh :

Program Studi Arsitektur,  Institut Teknologi Nasional Bandung

Alamat :  Gedung 17 Lantai 1 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124

Kontak : Tel. 7272215 (ext. 151) Fax. 7202892

Email : terracotta@itenas.ac.id


Terindeks :

 


Didukung Oleh :

     


Kerja Sama :

aptari    IAI-Jawa Barat



Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License