Citra Perdagangan Informal di Simpang Tujuh Ulee Kareng Banda Aceh

Aji Sofiana Putri, Muhammad Naufal Fadhil

Sari


Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan salah satu persimpangan yang cukup ramai di Kota Banda Aceh. Persimpangan ini memiliki aktifitas perdagangan informal yaitu street vendors di ketujuh ruas jalan yang bertemu, Jalan T. Iskandar – Cot Iri, Jalan Jurong Dagang, Jalan T. Iskandar – Simpang BPKP, Jalan Kebun Raja, Jalan Masjid Tuha, Jalan Lamreung, dan Jalan Lamgapang. Penelitian arsitektural ini bertujuan untuk menganalisis tipe dan tipologi street vendors yang hadir pada ketujuh ruas jalan dan merumuskan konsep citra visual perdagangan informal yang hadir di kawasan tersebut. Untuk menemukan citra visual, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui analisis visual hasil dokumentasi fotografi survey lapangan. Hasil analisis visual perdagangan informal pada ketujuh ruas jalan menunjukkan adanya tujuh citra yang berbeda. Citra tersebut dipengaruhi oleh tipe dan tipologi street vendors, seperti detached/unfixed, detached/semi-fixed, detached/fixed, adjacent/unfixed, adjacent/semi-fixed, dan adjacent/fixed. Citra perdagangan informal yang berbeda juga dipengaruhi oleh konteks kawasan seperti keberadaan pasar dan sentra kedai kopi.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


K. Dovey, Urban design thinking: a conceptual toolkit. London ; New York: Bloomsbury Academic, An imprint of Bloomsbury Publishing Plc, 2016.

K. Dovey and R. King, “Forms of informality: Morphology and visibility of informal settlements,†Built Environ., vol. 37, no. 1, pp. 11–29, 2011.

H. Kamalipour and N. Peimani, “Negotiating Space and Visibility: Forms of Informality in Public Space,†Sustainability, vol. 11, no. 17, p. 4807, Sep. 2019, doi: 10.3390/su11174807.

A. Brown, M. Lyons, and I. Dankoco, “Street Traders and the Emerging Spaces for Urban Voice and Citizenship in African Cities,†Urban Stud., vol. 47, no. 3, pp. 666–683, Mar. 2010, doi: 10.1177/0042098009351187.

S. K. Bhowmik, “Street Vendors in Asia: A Review,†Econ. Polit. Wkly., vol. 40, no. 22/23, pp. 2256–2264, 2005.

D. Saha, Informal markets, livelihood and politics: street vendors in urban India, 1. issued in paperback 2019. London New York: Routledge, 2019.

A. Brown and Cardiff University, Eds., Contested space: street trading, public space, and livelihoods in developing cities. in Urban management series. Rugby, UK: ITDG Pub, 2006.

Y. A. Yatmo, “Street Vendors as ‘Out of Place’ Urban Elements,†J. Urban Des., vol. 13, no. 3, pp. 387–402, Oct. 2008, doi: 10.1080/13574800802320889.

J. C. Cross, Informal politics: street vendors and the state in Mexico City. Stanford, Calif: Stanford University Press, 1998.

J. Jacobs, The death and life of great American cities. in Pelican books. Harmondsworth: Penguin, 1972.

R. Venturi, Complexity and contradiction in architecture, 2d ed. in The Museum of Modern Art papers on architecture. New York : Boston: Museum of Modern Art ; distributed by New York Graphic Society, 1977.

D. Rukmana, “Street vendors and planning in Indonesian cities,†Planning Theory & Practice, vol. 12, no. 1. ROUTLEDGE JOURNALS, TAYLOR & FRANCIS LTD 2-4 PARK SQUARE, MILTON PARK …, pp. 138–144, 2011.

I. Maharika, “On the Ephemeral: Tactility and urban politics,†in Indonesian Student Scientific Meeting, Manchester, 2001, pp. 25–26.

E. Hall, “The Hidden Dimension. Volume 609 Doubleday,†Gard. City NY USA, 1966.




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v4i3.9189

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN elektronik 2716-4667 

Diterbitkan oleh :

Program Studi Arsitektur,  Institut Teknologi Nasional Bandung

Alamat :  Gedung 17 Lantai 1 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124

Kontak : Tel. 7272215 (ext. 151)  Fax. 7202892

Email : terracotta@itenas.ac.id


Terindeks :

  


Didukung Oleh :

       


Kerja Sama :

aptari IAI-Jawa Barat



Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License