’Arsitektur Monumental Sebagai Representasi Kultural’ Kasus Studi: Gedung Sate

Thareq Muhammad, Basuki Dwi Susanto

Sari


Jika melihat fenomena mengenai perkembangan arsitektur yang ada terutama di Indonesia, dapat dilihat bahwa seiring berjalannya waktu, arsitektur di Indonesia mulai kehilangan identitas lokal terutama dalam konteks kultural. Studi ini membahas mengenai pentingnya sebuah arsitektur terutama arsitektur monumental yang memiliki representasi kultural di tempat didirikannya. Studi ini bertujuan untuk mempelajari arsitektur di Indonesia yang dapat merepresentasikan kultur setempat. Kasus studi berupa arsitektur Gedung Sate yang terletak di Bandung sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat sebagai arsitektur monumental skala regional. Studi mengenai arsitektur monumental sebagai representasi kultural diharapkan dapat memberikan suatu citra atau identitas yang merepresentasikan budaya setempat.

Teori yang digunakan dalam studi ini adalah teori mengenai citra kota oleh Kevin Lynch, teori citra kota Budihardjo, serta teori fungsi, bentuk, dan makna Salura untuk menelaah akulturasi konteks budaya pada bangunan Gedung Sate. Metode yang digunakan dalam menelusuri kasus studi ini adalah kualitatif dengan jenis studi deskriptif, analitik, dan interpretatif. Data diperoleh dari studi literatur jurnal dan beberapa buku yang berkaitan dengan kasus studi. Hasil studi menunjukkan bahwa Gedung Sate memberikan representasi kultur budaya Indonesia yang diambil dari konsep-konsep arsitektur nusantara khususnya Candi Jawa dengan ekspresi ragam akulturasi arsitektur yang menunjukkan bentuk pelingkup dengan ekspresi kultur/budaya lokal dapat merepresentasikan arsitektur nusantara


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ayuningdiah, Annisha., (2017). “Pengaruh Belanda dalam Arsitektur Masjid Agung di Priangan 1800 – 1942.â€, Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI). Institut Teknologi Bandung

Fauzy, Bachtiar., (2016). “Tektonika dan Ragam Akulturasi Arsitektur Rumah Tinggal di Sendangharjo Tuban.†Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan. Bandung.

Halim, Andre., (2016). “Makna Ornamen Pada Bangunan Candi Hindu dan Buddha di Pulau Jawa.†Bandung: Universitas Katolik Parahyangan

Heston, Y. P., (2015). “Rekognisi Bangunan dan Citra Kota.†Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Knapp, A. Bernard.., (2009). “Monumental Architecture, Identity and Memory.†Scotland: Department of Archaeology, University of Glasgow,

Lynch, Kevin., (1960). “The Image of the City.†England: The M.I.T. Press.

Martokusumo, Widjaja., (2017). “Pemaknaan Tempat dalam Pelestarian Arsitekturâ€. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI). Institut Teknologi Bandung

Meidiria, I.G., (2017). “Gedung Sate, Keindahan Ornamen Arsitektur Indo-Eropa.†Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI). Institut Teknologi Bandung

Nas, P., (2009). “Masa lalu dalam masa kini: arsitektur di Indonesia.†PT Gramedia Pustaka Utama

Salura, Purnama., (2010). “Arsitektur Yang Membodohkan.†Bandung: Cipta Sastra Salura.

Salura, Purnama., (2012). “Sintesis Elemen Arsitektur Lokal Dengan Non Lokal. Kasus Studi : Gedung Sate di Bandung, Gedung UPS di Tegal.†Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan. Bandung.

Trigger, B.G., (1990). “Monumental Architecture: A Thermodynamic Explanation of Symbolic Behaviour.†Taylor & Francis, Ltd.




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v4i3.9131

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN elektronik 2716-4667

Diterbitkan oleh :

Program Studi Arsitektur,  Institut Teknologi Nasional Bandung

Alamat :  Gedung 17 Lantai 1 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124

Kontak : Tel. 7272215 (ext. 151) Fax. 7202892

Email : terracotta@itenas.ac.id


Terindeks :

 


Didukung Oleh :

     


Kerja Sama :

aptari    IAI-Jawa Barat



Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License