Eksistensi Pola Geometrik, Organik, & Superimposisi Dalam Arsitektur Pada Kawasan Summarecon Bekasi

Albert Bernadus

Sari


Eksistensi sebuah pola dalam kota ataupun kawasan di dalam kota sangatlah penting dalam membantu pengaturan hubungan aktivitas, tata bangunan, jaringan jalan, ruang terbuka, dan sistem kota lainnya, pola tersebut akan ada yang muncul secara alami atau juga dengan disengaja dan diantaranya akan ada yang lebih dominan dibanding satu sama lainnya. Untuk bisa merencanakan sebuah sistem kawasan yang efektif maka haruslah diidentifikasikan terlebih dahulu pola dasar kawasan tersebut seperti padahalnya kawasan Summarecon Bekasi dimana akan ada pola dominan didalam kawasan tersebut yang bisa membantu dalam pertumbuhan kawasannya baik dari penambahan bangunan baru, pembaharuan jaringan jalan, dan lainnya. Hasil penelitian ini akan menunjukan ke eksistensian pola-pola di dalam kawasan Summarecon Bekasi baik yang alami dan yang disengaja dan pola mana saja yang lebih dominan dibanding dengan yang lainnya agar bisa menjadi acuan dalam pengambangan kawasan dimasa depan baik dari perkembangan fisik dan juga sosial.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kostof, Spiro (1991). The City Shaped: Urban Patterns and Meanings through History. London: Thames and Hudson Ltd.

Rossi, Aldo (1966). The Architecture of The City. mitpress.mit.edu.

Lynch, Kevin. (1960). The Image of the City. MIT Press. Cambridge.

Dobbins, Michael (2009). Urban Design and People. John Wiley & Sons.

Alexander, Christoper (1987). A New Theory of Urban Design. Oxford University Press

Rapoport, A (1994). Spatial Organization and the Built Environment. In T. Ingold (Ed.), Companion Encyclopedia of Anthropology: Humanity, Culture and Social Life (pp. 460-502). London: Routledge.

Tschumi, Bernard (1986). Parc de la Villette. Artifice, 2014

Kostof, Spiro (1992). The City Assembled: The Elements of Urban Form through History. Thames and Hudson, London.

Habraken, N. J. (1998). The Structure of the Ordinary. Cambridge, Massachusetts: MIT Press.

Spreiregen, Paul D (1965). Urban Design: the Architecture of Towns and Cities. McGraw-Hill, 1965.

Trancik, Rogers (1986). Finding Lost Space: Theories of Urban Design. Van Nostrand Reinhold, 1986.

Lehmann, Steffen (2012). Can rapid urbanisation ever lead to low carbon cities? the case of Shanghai in comparison to Potsdamer Platz Berlin. https://doi.org/10.1016/j.scs.2011.08.001

Mulyati (1995). Pola Spasial Permukiman di Kampung Kauman Yogyakarta. Tesis. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Program Pasca sarjana UGM.




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v3i3.7000

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN elektronik 2716-4667

Diterbitkan oleh :

Program Studi Arsitektur,  Institut Teknologi Nasional Bandung

Alamat :  Gedung 17 Lantai 1 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124

Kontak : Tel. 7272215 (ext. 151) Fax. 7202892

Email : terracotta@itenas.ac.id


Terindeks :

 


Didukung Oleh :

     


Kerja Sama :

aptari    IAI-Jawa Barat



Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License