Pendekatan Ekowisata Pada Akselerasi Penataan Kawasan Oceanarium Di Teluk Moramo

Sahmi Nida Robbani, Irma Nurjannah, Siti Belinda Amri

Sari


ABSTRAK
Wisata laut dengan yang pulau-pulau kecil indah seperti di Kabupaten Konawe Selatan, tepatnya di Teluk Moramo, hingga saat ini masih kurang terekspos. Selain itu objek wisata yang menunjukkan keindahan bawah laut dan biota-biota laut di Sulawesi Tenggara juga masih kurang dikenal. Menanggapi permasalahan tersebut maka penting untuk melakukan perencanaan Kawasan Oceanarium yang sekaligus dapat mengembangkan kawasan pariwisata di Teluk Moramo. Diharapkan kawasan ini akan menjadi objek wisata laut yang dapat menunjukkan potensi yang dimilikinya. Moramo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan yang terletak di bagian tenggara dari pulau Sulawesi. Letaknya yang tidak langsung berhadapan dengan laut bebas menjadikan teluk ini kaya akan terumbu karang dan menjadi rumah dari ikan-ikan. Kawasan Oceanarium ini akan menjadi salah satu objek wisata dengan tujuan pariwisata, edukasi, maupun penelitian mengenai kekayaan laut yang ada di Sulawesi Tenggara sekaligus menjaga kelestarian alam bawah laut. Selain gedung oceanarium, juga direncanakan museum biota laut dan mini cinema sebagai tambahan objek wisata. Direncanakan pula laboratorium penelitian sebagai tempat meneliti berbagai upaya menjaga kelestarian alam bawah laut dan menjaga kelestarian biota laut untuk dipamerkan. Tema yang diterapkan dalam perancangan ini adalah ekowisata untuk menjaga kondisi asli Teluk Moramo. Sulawesi Tenggara.
Kata kunci: ekowisata, oceanarium, pariwisata, Sulawesi Tenggara, Teluk Moramo

ABSTRACT
Marine tourism with beautiful small islands such as in South Konawe Regency, precisely in Moramo Bay, until now is still less exposed. Moreover, tourism objects that show underwater beauty and marine life in Southeast Sulawesi are also less well known. In responding to these problems, it is important to plan the Oceanarium area which can also develop tourist areas in Moramo Bay. It is expected that this area will become a marine tourism object that can show its potential. Moramo is a sub-district in the South Konawe Regency which is located in the southeastern part of the island of Sulawesi. Its location not directly facing the open sea makes this bay rich in coral reefs and a home for fish. The Oceanarium area will become a tourist attraction with the purpose of tourism, education, and research on the marine wealth in Southeast Sulawesi while preserving the underwater world. Besides the oceanarium building, a marine biota museum and mini cinema are also planned as additional tourist attractions. A research laboratory is also planned as a place to research various efforts to preserve the underwater world and marine life to be exhibited. Besides the oceanarium building, there will be a marine biota museum and mini cinema to add tourist attractions, as well as a research laboratory that functions as a place to research various ways to preserve the underwater world in Southeast Sulawesi as well as to maintain the condition of the marine life on display. The theme used in this design object is ecotourism to maintain the original condition of Moramo Bay.
Keywords: ecotourism, Moramo Bay, oceanarium, Southeast Sulawesi, tourism


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Pangkey, C., Rogi, O.H.A., Siregar, F.O.P., (2017). “Oceanarium di Manado - Estetika Kaca pada Bangunan dengan Penerapan Arsitektur Feminisme”, Jurnal Arsitektur DASENG, 6(1), 112-120.

Robillard, David A., (1982). Public Space Design in Museums, Center for Architecture and Urban Planning Research Books. 16. [Online]. Available: https://dc.uwm.edu/caupr_mono/16.

Sanjaya, Edo Anugra, “Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Oceanarium di Kawasan Wisata Pantai Parangtritis”. Laporan Tugas Akhir Sarjana Strata 1, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, 2015. [Online]. Available: http://e-journal.uajy.ac.id/7726/1/TA013541.pdf.

Hidayat, Arief Wahyu Nur, “Perancangan Oceanarium di Semarang dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora”. Laporan Tugas Akhir Sarjana Strata 1, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Semarang, 2015. [Online]. Available: http://lib.unnes.ac.id/22980/1/5112411032.pdf.

Efrida, V.R., Sudiarta, I.N., Mahadewi, N.P.E., (2017). “Pengaruh Persepsi Ekowisata terhadap Tingkat Kepuasan Wisatawan di Monkey Forest Ubud, Bali”, Jurnal IPTA, Vol. 5, No. 1, 53-59.

Alyah, V. & Ratriningsih, D., (2020). “Penerapan Ekowisata pada Perancangan Hotel Resort Bintang Tiga di Pacet”, Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, Vol. 18, No. 1, 13-26.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah.

Yulius dkk., (2018). Buku Panduan Kriteria Penerapan Zona Ekowisata Bahari, IPB Press: Bogor. [Online]. Available: https://en.id1lib.org/book/11714945/5f0e05.

Muliya, U., Mononimbar, W., Lahamendu, V., (2016). “Kajian Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Pengelolaan DPL Desa Bahoi di Likupang Barat”, Jurnal Unsrat Spasial: Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 3, No. 1, 75-84.

Rahmat, F. & Amri, S.B., (2016). “Perencanaan Aquarium Biota Laut Wakatobi”, GARIS-Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Vol. 1, No. 1, 1-8.




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v3i2.6672

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN elektronik 2716-4667 

Diterbitkan oleh :

Program Studi Arsitektur,  Institut Teknologi Nasional Bandung

Alamat :  Gedung 17 Lantai 1 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124

Kontak : Tel. 7272215 (ext. 151)  Fax. 7202892

Email : terracotta@itenas.ac.id


Terindeks :

  


Didukung Oleh :

       


Kerja Sama :

aptari IAI-Jawa Barat



Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License