Perubahan Pola Parkir Akibat Penambahan Fungsi Bangunan di Kawasan Paskal Hypersquare di Kota Bandung

Dewi Parliana

Sari


Perubahan  tatanan fungsi dan massa bangunan yang diakibatkan oleh perluasan pada sebuah kawasan kota akan mengakibatkan perubahan pada fungsi lainnya, diantaranya fungsi parkir. Penelitian ini akan mengkaji mengenai perubahan kawasan Paskal 23 di Kota Bandung Indonesia yang berkaitan dengan parkir serta aspek – aspek yang menunjang parkir lainnya  yaitu perabot jalan. Paskal 23 awalnya adalah kawasan pertokoan berupa deretan ruko 23 Paskal Shopping Center berlokasi di kawasan one stop business strategis di pusat kota Bandung. Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi transformasi pada elemen-elemen fisik yang difokuskan pada parkir, perabot jalan yang berpotensi membentuk kawasan Paskal Hypersquare. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, pendekatan studi morfologi kota, dan dilihat secara diakronik, yaitu menganalisis transformasi parkir, dan perabot jalan,  pada kawasan Paskal Hypersquare  berdasarkan data sebelum hingga sesudah Mall 23 Paskal dibangun. Data-data diperoleh dari observasi langsung ke wilayah penelitian dan observasi pustaka lain, serta pembahasan yang bersifat deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan  transformasi elemen-elemen fisik kota terkait Parkir adalah adanya penambahan parkir pada Mall 23 Paskal. Terkait Perabot jalan dapat disimpulkan bahwa setelah Mall 23 Paskal dibangun ada penambahan elemen fisik yang mendukung pada pencapaian ke arah Mall 23 Paskal.. Elemen Parkir dan Perabot jalansangatlah berpengaruh terhadap pembentuk kawasan di Paskal Hypersquare. Elemen fisik pembentuk kawasan Paskal Hypersquare telah memenuhi aspek perencanaan sebuah kawasan.

Kata Kunci: Transformasi Paskal Hypersquare, Parkir, Perabot jalan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


E. Japarianto and S. Sugiharto, “Pengaruh shopping life style dan fashion involvement terhadap impulse buying behavior masyarakat high income surabaya,” J. Manaj. Pemasar., 2012, doi: 10.9744/pemasaran.6.1.32-41.

Tom Rye, “Manajemen Parkir: Sebuah Kontribusi menuju Kota yang Layak Huni,” Manaj. Park., 2010.

H. Shirvani, “The Urban Design Process,” Newyork: Van Nostrand Reinhold Company, 1985.

M. Zahnd, Strategi Arsitektur 2 Perancangan sistem kota secara terpadu, Teori Perancangan Kota dan Penerapannya. 1999.

R. Darwis, R. A. Hendraningrum, and Y. Adriani, “Kelayakan Fasilitas Publik Dalam Kawasan Industri Wisata Belanja Di Kota Bandung : Studi Kasus Terhadap Toilet Dan Musola,” J. Kaji. Bahasan dan Pariwisata, 2016.

Direktur Jendral Perhubungan Darat (Departemen Perhubungan), “Keputusan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor : 272/HK.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Parkir,” Pedoman Park., 1996.

J. W. Hill et al., Time-Saver Standards for Urban Design. 2003.

Y. T. Wong, S. Osman, A. Jamaluddin, and B. C. Yin-Fah, “Shopping motives, store attributes and shopping enjoyment among Malaysian youth,” J. Retail. Consum. Serv., 2012, doi: 10.1016/j.jretconser.2012.01.005.

B. Suri, P. K. Dutta Pramanik, and S. Taneja, “An Efficient Parking Solution for Shopping Malls Using Hybrid Fog Architecture,” 2020, doi: 10.1007/978-981-15-0324-5_28.

NACTO, “NACTO Urban street design guide,” 2012.

M. A. MacKeith, “Rubenstein, Harvey M., ‘Pedestrian Malls, Streetscapes, and Urban Spaces’ (Book Review),” Town Plan. Rev., 1993, doi: 10.3828/tpr.64.4.pl2276734285j2n2.




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v2i1.4314

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.