Photogrammetry dalam Perancangan: Pemetaan dan Pemodelan Kawasan Desa Wisata

Nitih Indra Komala Dewi

Sari


Pemetaan kawasan dalam bentuk model yang terukur dengan memanfaatkan teknologi digital dapat mempermudah proses pencitraan kawasan Desa Wisata dan mempermudah dalam proses desain. Artikel mengkaji mengenai studi kelayakan pemodelan visual tiga dimensi (3D) berbasis foto pada lingkup kawasan dengan objek studi Kampung Wisata Rotan Galmantro, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Beberapa tahapan dilakukan dalam proses pemetaan kawasan ini, antara lain: (1) Tahap pertama melakukan persiapan sebelum proses pemodelan dilakukan, diantara mempersiapkan alat berupa drone dengan spesifikasi kamera 4K, pemilihan program yang akan digunakan untuk pemotretan, pemilihan teknik pengambilan foto, perencanaan cakupan luas wilayah pengukuran; (2) Tahap kedua melakukan proses pengecekan kondisi lapangan, kalibrasi drone sebelum penerbangan, pemotretan kawasan, pemeriksaan hasil pengambilan gambar, pengolahan foto udara menjadi data kawasan, kalibrasi ukuran dan pemodelan 3D. Hasil pemodelan tiga dimensi bagian dari kawasan Kampung Rotan Galmantro menggunakan teknologi photogrammetry memberikan hasil pemodelan visual tiga dimensi kawasan dengan akurasi yang baik, sesuai dengan kondisi eksisting tanpa harus membuat 3D model dari awal. Proses Perancangan menjadi lebih mudah dan efektif

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


UU RI NO 06 tahun 2014 tentang Desa

Inskeep, E. (1991). Tourism Planning, and Integrated and Sustainable Development Approach, New York, Van Nostrand Reinhold.

Zakarina, F. (2014). Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Teknik Pomits, Vol. 3, No.2: C245-C249.

Nuryanti, Wiendu. (1993). ”Concept Perspective and Challenges”, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah MadaUniversity Press. 1993.

I. N. S. Arida and L. K. Pujani, “Kajian Penyusunan Kriteria-Kriteria Desa Wisata Sebagai Instrumen Dasar Pengembangan Desawisata,” J. Anal. Pariwisata, vol. 17, no. 1, pp. 1–9, 2017.

Lynch, K. (2011). “The Image Of The City”. Kraków: Archivolta.

Matthews, N. A. (2008). Aerial And Close-Range Photogrammetric Technology: Providing Resource Documentation, Interpretation, And Preservation. Technical Note 428. U.S. Department Of The Interior, Bureau Of Land Management, National Operations Center, Denver, Colorado.

T. Berteška and B. Ruzgienė. (2013) “Photogrammetric mapping based on UAV imagery,” Geod. Cartogr., vol. 39, no. 4, pp. 158–163.

Arsyad, La Ode M. Nurrakhmad, dkk. (2020). “Akurasi Citra Data Foto Udara Uav Quadcopter Persimpangan Lalu Lintas Kota Kendari”, REKAYASA SIPIL / Volume 14, No.1 – 2020 ISSN 1978 – 5658, pp 51-59.

W. Kuntjoro, M. R. Abdullah, R. E. M. Nasir, and J. Jaafar. (2018). “X-type tilted quadrotor flight dynamic modeling,” Int. J. Eng. Technol., vol. 7, no. 4, pp. 136–140

Purnomo. Liu. (2019). "Modul Bimbingan Teknis Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak (Puta)Untuk Pemetaan”, Liupurnomo.com.

https://liupurnomo.com/download-modul-pelatihan-drone-gratis/




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v2i1.4292

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.