Fasilitas Ruang Khusus Pada Sekolah Inklusi Binar Indonesia (Bindo) di Bandung

Mamiek Nur Utami, Wahyu Buana Putra

Sari


Diterbitkannya Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Inklusif Tingkat Nasional Tahun 2019 – 2024, memperkuat keinginan pemerintah membuat konsep sekolah pendidikan inklusi. Sekolah Inklusi merupakan sebuah pelayanan pendidikan dimana Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dijadikan satu ruang dengan anak normal. Mereka belajar bersama, meskipun kemungkinan materi yang diberikan berbeda. Saat ini belum ada standar fasilitas kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi. Penelitian ini menganalisa kebutuhan ruang, persyaratan ruang sekolah yang dapat mendukung proses belajar pada sekolah inklusi. Analisa kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi ini berdasarkan karakteristik umum yang terdapat pada anak lamban belajar, kesulitan belajar, autis dan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Metode yang dipakai adalah metodologi kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah inklusi harus ada ruang-ruang khusus dengan persyaratan ruang yang khusus pula.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Friend, Marilyn & William D. Bursuck. (2015). Menuju Pendidikan Inklusi: Panduan prkatis untuk mengajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zaitun, (2017), “Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus”, Kreasi Edukasi, Pekanbaru

Direktorat Pendidikan Dasar, (2007). “Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah pendidikan Umum”,Peraturan menteri Pendidikan no 24 th 2007.

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, (2014). “Peraturan pendidikan Anak Usia Dini”, Kementerian pendidikan Republik Indonesia.

Laurens. Joyce M, (2004), Arsitektur dan Perilaku Manusia, Grasindo, Surabaya.

Menteri Negara Lingkungan Hidup (1996), Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup KEP-48/MENLH/11/1996, https://www.konsultasi-akustik.com/kebisingan-lingkungan/standar-kebisingan/

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (2013), Panduan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Pendamping (Orang tua, Keluarga dan Masyarakat), Kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta.

Desiningrum. Dinie Ratri, (2004), Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus, Psikosain, Yogyakarta.

Riadin. Agung, dkk, (2017), Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Negeri (Inklusi) di Kota Palangkaraya, Anterior Jurnal Volume 1, p-ISSN: 1412-1395; e-ISSN: 2355-3529

Husna. Faiqatul. dkk (2019), Hak Mendapatkan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Dimensi Politik Hukum Pendidikan, Jurnal Sosial & Budaya Syar-I FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Vol. 6 No. 2 (2019), pp.207-228, DOI: 10.15408/sjsbs.v6i1.10454




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v2i1.4289

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.