Persepsi Terhadap Kenyamanan Termal di Area Kampus melalui Keberadaan Ruang Terbuka Publik Embung C di Institut Teknologi Sumatera

Rizka Nabilah Nabilah

Sari


Ruang terbuka publik (RTP), termasuk Embung C di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), memainkan peran penting dalam menciptakan kenyamanan termal bagi pengguna. Kenyamanan termal merupakan aspek vital dalam pengalaman pengguna ruang terbuka, terutama di lingkungan kampus yang menjadi pusat aktivitas akademik, sosial, dan rekreatif. Pengalaman termal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, ventilasi, vegetasi, dan desain arsitektur. Embung C memiliki potensi untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan kesejukan bagi pengunjung kampus. Namun, pemahaman tentang persepsi terhadap kenyamanan termal di Embung C perlu ditingkatkan melalui penelitian lebih lanjut untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam dalam perencanaan dan pengembangan ruang terbuka publik di kampus. Penelitian ini juga dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan fungsi dan kenyamanan Embung C yang dapat memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi pengguna. Embung C ITERA dipilih karena sebagai lokasi di tengah gedung C dan D ITERA serta banyak interaksi civitas akademika, sehingga mendorong interaksi sosial. Penelitian menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif serta analisis data dengan skala Likert dan content analysis. Proses pengumpulan data melibatkan berbagai metode, termasuk observasi, wawancara, dan studi pustaka. Profil pengunjung Embung C ITERA didominasi mahasiswa ITERA, usia mayoritas 18-22 tahun. Persepsi pengunjung terhadap kenyamanan termal Embung C positif. Mayoritas merasa nyaman dan embung dianggap cukup sejuk. Vegetasi dianggap mempengaruhi kenyamanan termal.


Referensi


Berg, P., & Dorner, W. (2016). The Sustainable City XI. WIT Press.

Chiesura, A. (2004). The Role of Urban Parks for the Sustainable City. Landscape and Urban Planning, 68(1), 129–138. doi:10.1016/j.landurbplan.2003.08.003

Eckbo G. 1964. Urban Landscape Design. New York (US): McGraw-Hill.

Fanger, P. O. (1972). Thermal Comfort: Analysis and Applications in Environmental Engineering. McGraw-Hill.

Ferguson MJ, Bargh JA. 2004. How Sosial Perception Can Automatically Influence Behaviour. Elsevier. 8(1)

Francis, M. (2017). Urban Open Space Design: Streetscapes, Parks, and Plazas. Routledge.

Givoni, B. (1998). Climate Considerations in Building and Urban Design. John Wiley & Sons.

Hutabarat DBP. 2008. Persepsi dan Sikap Masyarakat Kota Bogor terhadap anggrek hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) (studi kasus di pedagang tanaman hias kota Bogor) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Nikolopoulou, M., & Lykoudis, S. (2006). Thermal Comfort in Outdoor Urban Spaces: Analysis Across Different European Countries. Building and Environment, 41(11), 1455–1470. doi:10.1016/j.buildenv.2005.05.031

Yan, W., Wang, D., & Tan, Y. (2016). Thermal Comfort Study of Outdoor Spaces in the Cold Climate Regions: A Review. Energy and Buildings, 114, 328–342. doi:10.1016/j.enbuild.2015.05.018

Seale, R. S. (2012). Public Space: The Management Dimension. Wiley-Blackwell.

van den Bosch, M., & Sangster, M. (2017). Urban Green Spaces: A Brief for Action. Routledge.

Walgito Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta (ID): Andi.




DOI: https://doi.org/10.26760/terracotta.v5i2.11130

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



ISSN elektronik 2716-4667

Diterbitkan oleh :

Program Studi Arsitektur,  Institut Teknologi Nasional Bandung

Alamat :  Gedung 17 Lantai 1 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124

Kontak : Tel. 7272215 (ext. 151) Fax. 7202892

Email : terracotta@itenas.ac.id


Terindeks :

 


Didukung Oleh :

     


Kerja Sama :

aptari    IAI-Jawa Barat



Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License