Evaluasi Pemanfaatan Abu Terbang (Fly Ash) Batubara Sebagai Campuran Media Tanam pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum)

Eka Wardhani, Mumu Sutisna, Anggi Herlina Dewi

Abstract


ABSTRAK
Sebagai dampak dari kenaikan harga minyak bumi maka pemakaian batubara di industri mengalami peningkatan, akibatnya limbah batubara berupa fly ash dan bottom ash menjadi sangat melimpah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manfaat dari fly ash batubara sebagai media tanam, yang berlokasi di Laboratorium Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional Bandung. Penelitian dilakukan untuk menganalisis penggunaan fly ash sebagai media tanam menggunakan tanaman tomat dengan mengamati tinggi tanaman tomat serta menganalisis jumlah klorofil dengan menggunakan metode Knudson. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah kandungan tembaga (Cu) pada abu batubara telah melebih bakumutu PP 18/1999 Jo PP 85/1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun sehingga abu batubara ini termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun. Abu batubara bersifat polazoik sehingga perlu ditambahkan pupuk organik pada media tanam untuk menghindarkan pengerasan lahan. Pada hari ke-15, tanaman tomat dengan perlakuan tanah lembang 75% + abu batu bara 25% melebihi kontrol dan perlakuan lain.Hal ini disimpulkan karena kandungan Cu yang terdapat pada abu batubara mencukupi kebutuhan unsur hara mikro tanaman tomat. Pada konsentrasi abu batubara 100% terjadi perlambatan pertumbuhan, atau gejala toksifikasi. Hal ini diakibatkan kandungan Cu yang berlebih yang mempengaruhi tanaman tomat karena kandungan Cu yang dibutuhkan tanaman tomat dalam jumlah yang sedikit. Penggunaan abu batubara yang tinggi akan meningkatkan sintesis klorofil yang akan mempercepat proses degradasi sehingga menyebabkan daun mudah gugur.

Kata kunci: Abu batubara, tanaman tomat, unsur hara, klorofil.

 

ABSTRACT
As the impact of rising oil prices, the coal consumption in industry has increased, a consequence of coal waste in the form of fly ash and bottom ash to be very abundant. This research was conducted to determine the benefits of fly ash as planting media. The research was located of the Environmental Engineering Laboratory of National Institute of Technology Bandung. The study was conducted to analyze fly ash use as a media for tomato plant, for observe growth of plant and analyzed with Knudson method of chlorophyll amount. The results of this study is the content of Cu in coal ash has been exceeded of standard by PP 18/1999 Jo PP 85/1999 about Hazardous and Toxic Waste Management so that this coal ash including hazardous and toxic waste. Coal ash had polazoik character, so it need to add organic substant in the media to avoid hardening of the soil. On the 15th day, tomato plants grew on with TL (Lembang Soil) 75% + ABB (Fly ash) 25% more on the control and the other treatment. it is concluded that the content of Cu as micro-nutrients is on ideal concentration for tomato plant. While 100% concentration of coal ash is slowdown in growth. It showed the toxicity symptoms, by the excess of Cu Concentration. The higher of coal ash will increase of chlorophyll concentration on the leave but it will to easy the degradation of leave.

Keywords: coal ash, tomato plants, nutrients, chlorophyll.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright LPPM ITENAS