Hasil Uji Beda Warna Bahan Alami Sebagai Salah Satu Alternatif Pewarnaan pada Bahan Kain Batik

Purwanto .

Sari


Pemanfaatan bahan pewarna sintetis pada kain pembuatan batik saat ini memang sudah banyak digunakan karena proses pengerjaan lebih mudah dan tidak memakan waktu serta warna yang dihasilkan lebih cerah dan bervariasi, namun dengan pemakaian bahan pewarna sintetis ini juga menimbulkan efek samping yang bisa mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Untuk itu saat ini sudah banyak yang memulai menggunakan pewarna alami dalam pembuatan batik. Salah satu hal penting adalah “masalah lingkungan” sehingga pewarna alami dalam pembuatan batik mulai banyak dilakukan, ada lebih dari 150 jenis tanaman yang bisa menghasilkan warna alami diantaranya daun tom/indigofera (Indigoferaferafera Sp.), kulit buah jalawe (Terminaliabellirica) dan kulit kayu tingi (Ceriops tagal). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui beda warna hasil pewarna alami dari fermentasi daun indigofera, ekstraksi dari kulit buah jalawe dan kulit kayu tingi untuk bahan pewarnaan pada kain batik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan proses fermentasi dan ekstraksi bahan alami tersebut, kemudian dilakukan proses  fiksasi (penguncian warna). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan alami indigofera, jalawe dan tingi apabila difiksasi menggunakan tawas akan menghasilkan warna ke arah cerah atau warna muda, sedangkan fiksasi dengan kapur warna akan berubah agak tua dari warna asalnya.

 

Kata kunci :  batik, fiksasi, pewarnaan alami

 

ABSTRACT

The use of synthetic coloring materials on batik making cloth is now widely used because the process of processing is easier and does not take time and the resulting color is brighter and varied, but with the use of synthetic coloring materials also cause side effects that can pollute the environment and interfere with health . One of the important things is "environmental problems" so that many natural dyes in batik making are starting to be done, there are more than 150 types of plants that can produce natural colors including tom / indigofera leaves (Indigoferaferafera Sp.), Jalawe fruit skin (Terminaliabellirica) and bark high (Ceriops tagal). The purpose of the study was to determine the color differences of natural coloring results from indigofera leaf fermentation, extraction from jalawe fruit peel and high bark for coloring material on batik cloth. The method used in this study is the fermentation and extraction process of natural materials, then the fixation process. The results showed that the natural ingredients of indigofera, jalawe and high when fixed using alum will produce a bright or light color, while fixation with lime color will change a little older than the original color. Then fixation with chalk will lead to older or darker colors.

 

Keywords : batik, fixation, natural coloring


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.