Analisis Pergeseran Koseismik Gempa Sianok Tahun 2007 Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 1993-2007 dan Efek terhadap SRGI 2013

Joni Efendi, Kosasih Prijatna, Irwan Meilano

Sari


ABSTRAK

Tumbukan miring Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo-Australia membentuk zona subduksi di bagian barat Pulau Sumatra dan sejumlah segmen sesar di darat Pulau Sumatra. Zona subduksi dan segmen sesar yang terbentuk aktif bergerak sehingga sering menimbulkan gempa bumi di wilayah tersebut. Semenjak diberlakukannya Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 (SRGI 2013) sebagai referensi tunggal dalam aktivitas pemetaan di Indonesia, maka perubahan posisi kerangka referensi koordinat sebagai fungsi waktu akibat dinamika bumi perlu diperhitungkan. Dengan terjadinya dua gempabumi yang berurutan pada tanggal 6 Maret 2007 di wilayah Danau Singkarak Sumatra Barat, akan menimbulkan deformasi koseismik yang dapat mempengaruhi SRGI2013. Dalam penelitian ini dilakukan analisis untuk menentukan model koseismik gempabumi Sianok yang paling sesuai dan sejauh mana dampaknya pada SRGI 2013. Berdasarkan hasil analisis terhadap nilai residual hasil validasi dengan koseismik pada 11 titik pengamatan GPS dapat disimpulkan bahwa model koseismik dari gempabumi Sianok adalah model koseismik menggunakan data parameter gempa dari Global CMT dengan residual misfit 47.5 mm. Secara umum, pola kosesimik gempabumi Sianok mendeskripsikan mekanisme gempabumi sesar geser. Nilai kosesimik terbesar terjadi pada titik KACA dan K108, yaitu 135,43 mm dan 84,74 mm. Besarnya koseismik gempabumi Sianok tidak berpengaruh terhadap peta dengan skala 1: 1000, akan tetapi akan mempengaruhi nilai koordinat Jaring Kontrol Geodesi (JKG) yang berada di sekitar daerah gempa, sehingga perlu adanya pemutakhiran koordinat dari JKG.

Kata kunci: Gempabumi Sianok, GPS, Deformasi Koseismik, SRGI2013.

 

ABSTRACT
The oblique movement of Eurasian Plate towards Indo-Australian Plate create subduction zone in the western part of Sumatra Island and some faults on the mainland of Sumatra. These subduction zone and faults actively produce some earthquakes. Since we used the Geospatial Reference System of Indonesia 2013 (SRGI 2013) as one reference on mapping activities in Indonesia, coordinate changes as a function of time caused by earthquake cycle need to be calculated. There are two earthquakes that had been occurred on March 6, 2007 in Singkarak Lake area which affected the SRGI 2013. We analyzed the data to estimate the coseismic model of Sianok earthquake and the impact to the SRGI 2013. The residual from the coseismic model by including 11 GPS displacements shows that the coseismic model of Sianok earthquake is a model that used earthquake parameters from Global CMT with the misfit of 47.5 mm. Overall, this coseismic pattern shows the shear mechanism. The largest displacements are on KACA and K108 sites, that are 135.43 mm and 84.74 mm respectively. The coseimic of Sianok earthquake does not affect a map with scale of 1:1000, but affect the Geodetic Control Network in this area. From this analysis, we conclude that we need to update our Geodetic Control Network.

Keywords: Sianok Earthquake, GPS, Coseismic Deformation, SRGI2013.


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26760/jrg.v2018i1.2662

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN: 2338-350X

Terindeks

Hasil gambar untuk google scholar