Pemodelan Prediksi Perubahan Garis Pantai di Pantai Legian (Kuta–Seminyak)-Bali
Abstract
Pantai Legian (Kuta–Seminyak) merupakan kawasan wisata pesisir Bali yang rentan abrasi. Penelitian ini menganalisis perubahan garis pantai periode 2016–2025 dan memprediksi perkiraan tahun 2035 menggunakan QGIS Shoreline Change Analysis Tool (QSCAT). Data citra Sentinel-2 dikoreksi pasang surut dan dianalisis pada 114 transek. Hasil secara menunjukkan agregat pantai stabil hingga akresi ringan (EPR +0,445 m/tahun), namun LRR rata-rata (−0,064 m/tahun) mengindikasikan abrasi jangka panjang. Segmen Legian memiliki abrasi tertinggi (LRR −0,959 m/tahun; 93% transek). Nilai R² rendah (0,066–0,133) dan LCI lebar (±3,8–±5,5 m/tahun) menunjukkan ketinggian tinggi, sehingga tren tidak signifikan secara statistik. Prediksi 2035 menunjukkan abrasi pada 113 dari 114 transek dengan pergeseran terbesar di Legian (−54,16 m, jarak ±59,44 m). Hasil ini bersifat skenario eksploratif, bukan prediksi pasti. Diperlukan penambahan data tahunan dan pendekatan non-linear untuk meningkatkan akurasi.
Kata kunci: garis pantai, QSCAT, koreksi pasang surut, abrasi, Pantai LegianFull Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.
Address:
Department of Geodetic Engineering (Group Expertise/KBK Geomodis)
18th Building 1st Floor
Jl. PHH. Mustapa 23 Bandung 40124
Tlp. 022-7272215 Pes. 159, Fax. 022-7202892,
e-mail: geomodis@itenas.ac.id



