Identifikasi dan Pemetaan Potensi Bahaya Jalur Pipa Minyak Bawah Laut di Laut Jawa

Iqbal Akhsan Muthoaf, Dian Noor Handiani

Abstract


Perencanaan jalur pipa minyak bawah laut di wilayah perairan yang dinamis seperti Laut Jawa memerlukan  identifikasi bahaya dasar laut yang komprehensif guna menjamin integritas struktur selama masa operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta memetakan sebaran potensi bahaya pada rencana jalur pipa sepanjang ±8,96 kilometer menggunakan integrasi data Multibeam Echosounder (MBES) dan Side Scan Sonar (SSS). Metode penelitian mencakup pengolahan data batimetri untuk analisis kelerengan serta interpretasi kualitatif citra akustik (SSS) untuk mendeteksi fitur dasar laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi dasar laut berada pada rentang kedalaman 14,1 hingga 27,8 meter dan Panjang pipa 8.960 m. Nilai klasifikasi kelerengan sangat rendah (0,0007° – 0,983°), sehingga diklasifikasikan sebagai kategori datar (flat) yang aman dari risiko longsoran bawah laut. Identifikasi bahaya berhasil menemukan total 89 lokasi potensi bahaya yang bersinggungan langsung dengan rencana rute pipa, terdiri dari 86 titik seabed scars, 3 lokasi persilangan pipa eksisting, serta satu area sedimen batuan sepanjang 426,306 meter. Akumulasi panjang pipa yang terpapar langsung oleh berbagai bahaya tersebut mencapai 609,906 meter dari total Panjang pipa, sekitar 6,81%

References


Adi, A. P., Manik, H. M., & Pujiyati, S. (2017). Integrasi data Multibeam batimetri dan mosaik Backscatter untuk klasifikasi tipe sedimen. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 7(1), 77–84. https://doi.org/10.24319/jtpk.7.77-84 Adnyani, L. P., Siregar, H. A., Putri, D. L., Nurmawati, N., & Wirawan, M. K. (2025). Analisis risiko kejatuhan jangkar terhadap pipa bawah laut di Natuna. Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 129–134. https://doi.org/10.62012/zl.v6i1.43394 Blondel, P. (2009). The Handbook of Sidescan Sonar. Springer Berlin Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-540-49886-5 Busro, F., Khomsin, & Pratomo, D. G. (2023). Identifikasi objek dasar laut dari data Side Scan Sonar (Studi kasus: Perairan pelabuhan Pt. Petrokimia Gresik). Geoid, 19(1), 88–95. Cecchini, S., Taliana, D., Giacomini, L., Herisson, C., & Bonnemaire, B. (2011). Submarine geohazards on the eastern Sardinia-Corsica continental margin based on preliminary pipeline route investigation. Marine Geophysical https://doi.org/10.1007/s11001-011-9126-0 DNV. (2021). Submarine Pipeline Systems (DNV-ST-F101). DNV. (2025). Free Spanning Pipelines (DNV-RP-F105). Research, 32(1), 71–81. Hanimadhani, A., Wahyudi, I., & Sambodho, K. (2016). Analisa geohazard terhadap jalur pipa gas bawah laut PGN: Labuhan Maringgai-Muara Bekasi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kamajaya, I. Z., & Handiani, D. N. (2025). Identifikasi zona bahaya untuk rute pipa gas bawah laut yang direncanakan di Pulau Pemping, Kota Batam, Kepulauan Riau. Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 182–192. https://doi.org/10.62012/zl.vi.43659 Klein Associates, I. (1985). Side Scan Sonar Record Interpretation. Klein Associates, Inc. Lekkerkerk, H.-J., Haycock, T., Mallie, C., Lee, W. van der, Jansen, P., Doorn, P. van W. van, Velden, R. van der, Veldkamp, P., Darn, A. van, Fugro, Goedknegt, A., & Maris. (2011).

Handbook of offshore surveying volume one: projects, preparation & processing. Clarkson Research Service Limited. Maharani, S. B. M., Sasmito, B., & Wiryawan, A. P. (2024). Pemetaan jalur pipa bawah laut di wilayah perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu menggunakan data Side Scan Sonar dan Sub Bottom Profiler. https://doi.org/10.62391/ejmi.v6i2.86 Journal Marine Poerbandono, & Djunarsjah, E. (2005). Survei Hidrografi. Refika Aditama. Inside, 49–59. Rachmat, B., Purwanto, C., & Raharjo, P. (2016). Kajian identifikasi infrastruktur jaringan pipa migas bawah laut di perairan sebelah utara provinsi Banten. Jurnal Geologi Kelautan, 9(2), 79. https://doi.org/10.32693/jgk.9.2.2011.202 Sadira, B., Windupranata, W., & Bachri, D. S. (2016). Identifikasi dan klasifikasi variabel untuk desain lokasi dan rute pipa bawah laut. ITB Indonesian Journal of Geospatial, 5(1), 52. Urippan, D., & Minarto, E. (2018). Analisis geohazard untuk dasar laut dan bawah permukaan bumi. Jurnal Sains dan Seni ITS, 7(1). https://doi.org/10.12962/j23373520.v7i1.29194 Wijonarko, W. W., Sasmito, B., & Nugraha, arief L. (2016). Kajian pemodelan dasar laut menggunakan Side Scan Sonar dan Singlebeam Echosounder. Jurnal Geodesi Undip, 5(2), 168–178. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jgundip.2016.11533 Zuidam, R. A. van. (1986). Aerial photo-interpretation in terrain analysis and geomorphologic mapping. The Hague : Smits Publishers.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Address:

Department of Geodetic Engineering (Group Expertise/KBK Geomodis)

18th Building 1st Floor
Jl. PHH. Mustapa 23 Bandung 40124
Tlp. 022-7272215 Pes. 159, Fax. 022-7202892,
e-mail: geomodis@itenas.ac.id


This site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License