Penggunaan Bioetanol Sebagai Alternatif Campuran Bahan Bakar Pada Mesin Otto

Agus Hariono, Bambang Hertomo, Kasijanto Kasijanto

Sari


Abstrak

 

Ketersediaan bahan bakar fosil untuk penggerak kendaaran bermotor semakin menipis, akibat bertambah kendaraan yang beroperasi di jalan raya, sehingga perlu pemikiran energy terbarukan lai sebagai alternatif penggantinya,  Alternatif tumbuhan yaitu singkong sebagai sumber energi sebagai penggantinya perlu pemikiran lanjut. Bioethanol dari singkong ini dilakukan dengan proses fermentasu selama 5 hari dengan dicampu ragi, Tujuan menentukan daya dan torsi terbesar serta sfc terkecil saat menggunakan campuran bioetanol E10, E15 dan E20 dengan pertalite. Metode pengujian daya dan torsi sesuai standar ISO 1585 untuk mendapatkann data, selanjutnya diolah menggunakan statistik. Variabel tetapnya bioetanol (E10, E15 dan E20). Variabel berubahnya daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) dan putaran mesin. Hasil daya terbesar saat menggunakan E10 sebesar 6,67hP dan torsinya 6,58hP sedang untuk E15 dayanya sebesar 6,10hP torsinya 6,22Nm serta untuk E-20 dayanya 6,18hP torisnya 6,36Nm. Sfc terkecil untuk E10 sebesar 0,0120kg/hP,jam dan untuk E15 sebesar 0,0232kg/hP.jam serta untuk E20 sebesar 0,202kg/hp.jam.

 

Kata kunci: bioetanol, daya, konsumsi bahan bakar

 

Abstract

 

The availability of traditional fuels for driving motorized vehicles is running low, due to the increasing number of vehicles operating on the highway, so it is necessary to think about other renewable energy as an alternative replacement. Namely cassava plants as an alternative energy sources as a replacement needs to be thought further. This bioethanol from cassava is obtained through a fermentation process for 5 days mixed with yeast. The aim is to determine the biggest power and torque as well as the smallest SFC when pertalite is mixed with bioethanol E10, E15 and E20. The power and torque testing method is according to ISO 1585 standard to obtain data, then it is processed statistically. The fixed variable is bioethanol (E10, E15 and E20). Free variable is changes in power, torque, specific fuel consumption (SFC) and engine speed. The biggest power is 6.67hP reached when using the E10 while the torque is 6.58hP, when using the E15 the power is 6.10hP and the torque is 6.22Nm then for the E-20 the power is 6.18hP the torque is 6.36Nm. The smallest SFC is 0.0120kg / Hp.hour for E10 and 0.0232kg / hP.hours for E15 then 0.202kg / hp.h for E20.

 

Keywords : bioethanol,  power,  fuel consumption


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Edy Muryanto. 2016. Study Pengaruh Campuran Bahan Bakar Premium Dan Etanol Terhadap Unjuk Kerja Motor Bensin 4 Langkah. Tugas Akhir Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta. pp 57

Robby Anugrah. 2016. Kajian Tentang Perbandingan Premium-Etanol Dengan Pertamax Pada Motor 4 Langkah 225 cc, Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta. pp 65

Ganang Puguh Satria. 2014. Kajian Tentang Perbandingan Etanol Dengan Pertamax Plus Pada Motor 4 Langkah 225 cc,. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Bambang Sulistyo, Jayan Sentanuhady, Adhi Susanto. (2009). Pemanfaatan Etanol Sebagai Octane Improver Bahan Bakar Bensin Pada Sistem Bahan Bakar Injeksi Sepeda Motor 4 Langkah 1 Silinder. Prosiding Seminar Nasional Termofluid, pp 196-200

Bayu Triwibowo, 2013. Teori Dasar Simulasi Proses Pembakaran Limbah Vinasse Dari Industri lkohol Berbasis CFD. Jurnal Bahan Alam Terbarukan ISSN 2303-0623. pp14-24

Rosyid (2016). Analisa Proses Pembakaran Pada Motor Bensin 113.5 cc Dengan Simulasi Ansys. Jurnal Teknologi Volume 8 No. 2 Juli 2016. ISSN : 2085 – 1669. e-ISSN : 2460 – 0288

Wusnah. (2016). Proses Pembuatan Bioetanol Dari Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata B.C) Secara Fermentasi. Jurnal Teknologi Kimia Unimal 5:1.pp 57-65

A.W, Yuniarto A. 2017), Pengujian Daya dan Emisi Gas Buang. Polinema Press. Malang. pp 45.

BPM Arends. 1996. Motor Bensin. P.T Gelora Aksara, Jakarta. pp 67

Pulkrabek, W. W. 2004. Engineering Fundamental of The Internal Combustion Engine. Pearson Prentice-Hall, New Jersey. pp89




DOI: https://doi.org/10.26760/JREM.v1i2.54

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


_______________________________________________________________________________________________________________________

Terindeks:

 

_______________________________________________________________________________________________________________________

ISSN (elektronik) : 2775-8087

diterbitkan oleh :

Teknik Mesin Institut Teknologi Nasional Bandung

Alamat : Gedung 11 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124

Kontak : Tel. 7272215  Fax. 7202892

Surat Elektronik : jurnal.mesin@itenas.ac.id

_________________________________________________________________________________________________________________________

Flag Counter

Lihat Statistik

Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License