Tatanan Spasial Permukiman Tak Terencana Kampung Babakan Ciamis Kota Bandung

Dwi Kustianingrum

Abstract


ABSTRAK

Perkampungan padat atau permukiman tak terencana seperti diketahui tumbuh inkremental dan alamiah, tanpa perencanaan awal. Pertumbuhan permukiman ini akhirnya sering menjadi tidak teratur. Kajian ini bermaksud untuk melihat fenomena bagaimana tatanan ruang yang terjadi pada permukiman kepadatan tinggi di Kota Bandung, bagaimana hirarki ruang luarnya dan adakah penggunaan ruang luar yang berulang. Untuk mengkaji tatanan spasial tersebut diteliti kasus permukiman Kampung Babakan Ciamis, yang merupakan permukiman tak terencana pertama yang tumbuh di pusat Kota Bandung. Dalam menganalisis tatanan ruang luar permukiman tersebut digunakan metode Space Syntax, yang merupakan suatu teknik penggambaran, kuantifikasi, dan interpretasi dari konfigurasi spasial yang ada. Pola ruangnya kemudian digambarkan secara diagramatik, dalam bentuk interface map dan justified permeability map yang merupakan penggambaran pola pergerakan yang terjadi, mulai dari ruang terluar permukimannya hingga ke bangunan huniannya. Sebagai hasil dari analisis adalah kesimpulan tatanan spasial yang digambarkan dalam bentuk titik-titik (dot) berwarna. Kemudian dapat dihitung kedalaman ruangnya (depth), yang hasilnya dapat menyatakan hubungan antarruang dan hirarki ruang luar permukiman tersebut. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa tatanan spasial Kampung Babakan Ciamis cukup jelas dapat dibaca struktur ruang dan hirarkinya, di mana terdapat penggunaan ruang luar yang berulang yaitu di 2 ruang pusat pertumbuhannya.

Kata Kunci : tatanan ruang, hirarki ruang, space syntax.

ABSTRACT

Dense settlements or unplanned settlements as we know grew incrementally and naturally, without planning. The growth of these settlements are subsequently became irregular. This study aim to observe how the space phenomenon that occurs in high density housing in Bandung, how the hierarchy of outer space and is there any use of outer space that are repeated. To assess the spatial order of the investigated cases Kampung Babakan Ciamis settlements, which is the first unplanned settlements that grew in the center of the city of Bandung. In order to analyze the spatial order in this settlement we used Space Syntax method, which is a drawing technique, quantification and interpretation of existing spatial configurations. Then the pattern depicted in diagrammatic space, in the form of the interface map and justified permeability map which is a depiction of movement patterns that occur, from outer space settlement to the building occupancy. As a result of the analysis is the conclusion that the spatial arrangement was described in the form of dots color. From the results, depth map space can be calculated, which may express the relationship between space and outer space settlement hierarchy. From this study, it can be concluded that the spatial order of Kampung Babakan Ciamis can be read clearly, its space structure and hierarchy, and there is repeated use of outer space on two growth centers.

Keywords: spatial order, the hierarchy of outer space, space syntax.




Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright LPPM ITENAS