Faktor penghambat masyarakat dalam mengubah orientasi bermukim ke sungai (studi kasus: Kec. Dayeuhkolot, Kab. Bandung)

MAILIA DWI ASTUTI

Sari


Pertambahan jumlah manusia mengakibatkan terdegradasinya fungsi dan peranan sungai dalam kehidupan sehari-hari. Penurunan kualitas lingkungan sungai diakibatkan semakin tidak terkendalinya pertumbuhan perumahan yang memadati sungai. Citarum sebagai sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat telah mengalami degradasi fungsi dan peranannya. Untuk mengembalikan fungsinya dibutuhkan upaya untuk mengubah orientasi bermukim masyarakat, namun kebiasaan sahari-hari masyarakat sekitar menjadi penghambat dalam mengubah orientasi bermukim. Pentingnya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat masyarakat dalam mengubah orientasi bermukim menghadap sungai di Kecamatan Dayeuhkolot berdasarkan 5 elemen pembentuk permukiman yaitu nature, man, society, shell, dan network. Identifikasi dilakukan dengan metode deskriptif kuantitaif dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan frekuensi jawaban masyarakat. Buruknya kondisi sungai, aktivitas masyarakat serta minimnya peran Sungai Citarum dalam menopang aktivitas masyarakat menjadi penghambat dalam mengubah orientasi bermukim ke sungai.


Teks Lengkap: Vol1-NO1-2013-MAILIA

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.