Langgam Arsitektur Kolonial dan Modern pada Bangunan di Sepanjang Jalan Sunda, Bandung

Ari R Pratama, Alan M Atasia, Gelar Kautsar, Muhamd Ardan, Udjianto Pawitro

Sari


ABSTRAK

Kota Bandung merupakan kota metropolitan yang terus berkembang hingga sekarang, perkembangan tersebut tentu ikut berpengaruh terhadap langgam arsitektur bangunannya. Belanda memberi pengaruh besar terhadap perkembangan bangunan-bangunan di Kota Bandung. Bangunan-bangunan peninggalan Belanda masih dapat dirasakan di pusat kota Bandung yang didominasi oleh langgam kolonial, meskipun semakin banyak bangunan baru dengan langgam yang berbeda bermunculan. Banyaknya bangunan baru dipicu oleh perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat di Kota bandung itu sendiri. Hal ini termasuk terjadi di Jalan Sunda bandung yang merupakan salah satu kawasan di pusat Kota BAndung yang memiliki banyak bangunan--bangunan lama peninggalan Belanda dan bangunan-bangunan baru yang bermunculan dengan langgam modern. Penerapan langgam arsitektur kolonial dan modern oada bangunan di Jalan Sunda Bandung dapat terlihat dari tampak bangunan, bentuk atap, kanopi, dinding, bukaan pintu dan jendela, ornamen, bentuk bangunan, proporsi, pemilihan jenis material, warna, tekstur bvangunan, dan sebagainya. Oleh karena itu tujuan penelitian yang hendak dicapai diantaranya (a) Mengkaji perbedaan langgam arsitektur kolonial dan modern; (b) Mengobservasi karakteristik, bentuk, dan elemen pada bangunan arsitektur kolonial dan moderrn di koridor Jalan Sunda Bandung; (c) Mengkaji citra kawasan koridor Jalan Sunda Bandung. Dalam mencapai tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan dalam mengerjakan penelitian yaitu menggunakan metode (a) Metode analisis teoritik; (b) Metode deskriptif survey; (c) Metode pengilahan data

Kata kunci : Langgam arsitektur, Langgam Kolonial, Langgam Modern, Jalan Sunda Bandung

 

ABSTRACK

Bandung is a metropolitan city that continues to grow until now, these developments would take affect on the architectural style of the building. The Netherlands gave a major influence on the development of the buildings in the city of Bandung. Dutch heritage buildings can still be felt in the center of the city that is dominated by the colonial style, altough more and more new buildings with a different style emerged. The numbaer of new buildings is triggered by developments in technology and the needs of people in Bandung itself. This includes going on Jalan Sunda bandung, which is one area in the center of Bandung, which has a lot of old buildings and the Dutch heritage buildings-new buildings that have sprung up with the modern style. Application of colonial and modern architectural style of the building in Jalan Sunda Bandung can be seen from the looks of the building, roof shape, canopy, facade, doors and windows, ornaments, building form, proportion, selection of materials, colors, textures of the building, and others. Therefore the research objectives to be achieved including; (a) Assess differences in colonial and modern architectural styles; (b) Observed characteristics, shapes, anda elements of the colonial architecture and modern building in Bandung Subdabese Road corridor; (c) Assess the image of the region Bandung Sundanese Road corridor. In achieving these objectives, the research methods used in the research work is to use the method (a) The method of theoretical analysisi; (b) A descriptive survey method; (c) Data processing method.

Keywords : Architecture Style, Colonial Style, Modern Style, Jalan Sunda BAndung.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.