Kajian Desain Cerobong Asap Terhadap Emisi PM10 dan SO2 Akibat Pembakaran Batubara di PLTU PT. X

WINONA MAHESWARI RAMADHAN

Sari


PLTU berbahan bakar batubara PT. X direncanakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada proses produksi pelet plastik, kemasan gelas plastik air minum dan karung plastik. Kapasitas PLTU yang akan dibangun adalah 2 x 6 MW. Polutan utama akibat kegiatan ini yaitu PM10 yang dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan gas SO2 yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan. PT. X menggunakan ESP dengan efektifitas 95% untuk mengendalikan emisi PM10. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji desain cerobong dan mengkaji kesesuaian penggunaan electrostatic precipitator (ESP) pada parameter PM10. Prediksi laju emisi PM10 dan SO2 setelah PLTU beroperasi dilakukan menggunakan faktor emisi. Pemodelan dispersi udara menggunakan Model Gaussian. Desain cerobong PLTU memiliki tinggi 40,5 m, diameter 1,8 m, kecepatan alir gas buang 10 m/dtk dengan konsumsi batubara 280 ton/h. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain cerobong PLTU sudah optimal. Dengan desain demikian, konsentrasi emisi SO2 (557,3 ) memenuhi baku mutu PERMEN LH No. 21 Tahun 2008 (750 ) dan konsentrasi udara ambien PM10 dan SO2 memenuhi baku mutu PP No. 41 Tahun 1999 di lokasi uji sekitar PLTU. Oleh sebab itu tidak diperlukan alat pengendali polutan SO2. Parameter PM10 tidak diatur dalam baku mutu udara emisi. Penggunaan cyclone jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan ESP sebagai alat pengendali partikulat.

Kata kunci: Model Gaussian, Faktor Emisi, Pembakaran Batubara, Pemodelan Udara


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.